Kerjasama Usai, Program Usaid Prioritas Tetap Dilanjutkan
Dalam sesi pertemuan akhir LPTK dengan Usaid Prioritas, para petinggi dari enam LPTK sepakat untuk melanjutkan progam-program Usaid Prioritas. Tiga hal utama yang akan mereka lakukan adalah yang pertama secara internal mereka akan mengadopsi model PPL yang selama ini telah dilatihkan oleh Usaid Prioritas. Model PPL dengan melibatkan guru pamong berkolaborasi mengajar dengan mahasiswa calon guru PPL dirasa efektif untuk membuat mahasiswa memiliki keterampilan dan memiliki pengetahuan mengajar yang baik. Apalagi selama proses-proses mengajar tersebut, dosen pembimbing juga mengamati.
Kedua, model konsorsia antar LPTK yang sudah ada akan dilanjutkan dan mereka akan bekerja sama dalam publikasi penulisan-penulisan ilmiah. Yang salah satu pokok penelitiannya adalah praktik-praktik baik dari Usaid Prioritas. Yang ketiga, melanjutkan kerjasama yang baik antara LPTK dengan sekolah yang selama ini penguatannya sudah difasilitasi oleh Usaid Prioritas.
Usaid Prioritas sendiri adalah program lima tahun (2012-2017) bantuan USAID, untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini bermitra dengan 17 LPTK dan 31 LPTK Konsorsium yang tersebar di sembilan provinsi. Program ini telah melatih lebih dari 29.000 SD/MI dan SMP/MTs di hampir 100 kabupaten/kota di sembilan provinsi. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca yang menjangkau lebih dari 171.000 guru dan kepala sekolah. Dan diharapkan memberi manfaat untuk lebih dari 6,9 juta siswa. (Tulisan ini dikirim oleh Mustajib, Makassar)