Guru SD Kembangkan Ulangan Harian Berbasis Online di Ponsel
Usai uji coba UH Daring, Sundari kemudian menampilkan hasil nilai siswa di kelas. Siswa yang nilainya masih rendah, langsung terpacu untuk bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari teman-temannya. Hasil nilai siswa ini kemudian oleh Sundari diolah dalam dashboard sehingga dapat terlihat hasil nilai tiap siswa, grafik nilai secara keseluruhan, analisis kesulitan soal keseluruhan, dan analisis kesulitan soal per siswa.
Sundari membuat soal-soal IPA dalam berbagai model. Sehingga siswa yang satu dengan yang lain kemungkinan besar tidak akan sama meskipun mereka duduk sebangku. Sehingga mereka benar-benar bekerja secara mandiri dan tidak bisa saling menyontek. Usai mengikuti UH Daring, ponsel kemudian harus dikumpulkan kepada guru kelas agar tidak disalahgunakan oleh siswa. Hasil penilaian UH Daring untuk mata pelajaran IPA ini kemudian diberikan kepada wali murid.
“Mereka senang sekali menerima hasil UH Daring. Bahkan mereka antusias mendampingi anak menggunakan UH Daring di rumah,” terangnya. Melalui aplikasi ini, siswa juga tak perlu lagi mengikuti les tambahan. Guru juga bisa terus menerus meng-update soal, sehingga soal-soal yang dikerjakan oleh siswa selalu fresh.
Sukses dengan UH Daring IPA, Sundari mulai membuat UH Daring untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, dan Matematika. UH Daring ini juga dipresentasikan oleh Sundari kepada kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Kepala SDN Kemantren 1 Tulangan sangat mendukung inovasi yang dilakukan oleh Sundari. Bahkan ia meminta Sundari mengajarkan guru-guru kelas lainnya untuk mengembangkan UH Daring untuk kelas tinggi (Kelas IV, V, dan VI).
“Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo juga sangat mendukung inovasi saya. Apabila UH Daring ini berhasil dikembangkan di seluruh kelas di SDN kemantren 1, maka ke depan akan dikembangkan juga di sekolah-sekolah lain di Sidoarjo,” ungkapnya. (Tulisan ini dikirim oleh Dian Kusuma Dewi, Sidoarjo)