Ikhtiar Sang Kartini dari Kampung Kober Bekasi
Sesekali, di waktu luangnya, Nisa suka membantu bibinya berdagang dan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring dan mengepel. Dari sana ia mendapat uang pengganti lelahnya. Ia sedikit demi sedikit menabung dari uang hasil jerih payahnya itu.
Oom bangga dengan Nisa yang memahami kondisinya sebagai orang tua tunggal yang sendirian mencari nafkah. Selain membantu sang bibi, ia juga membantu ibunya di rumah. Diakui Marini, Nisa memang anak yang rajin dan solehah.
Sama seperti orang tua lainnya, ia punya harapan anak-anaknya dapat mewujudkan mimpi-mimpinya. Alfanisa terinspirasi dari sang kakak yang sukses jadi seorang guru SMP. Kepada Marini dan Yayan, Kepala Asrama Bekasi, ia mengatakan ingin suatu saat menjadi seorang guru agama.
Sempat terpikir, mungkinkah Nisa mencapai impiannya? Mengingat untuk makan sehari-hari pun sulit. Tak mau terjebak dengan rasa putus asa, Oom hanya berserah diri pada Allah yang akan menganugerahkan sesuatu yang indah padanya.
Pertemuannya dengan Rumah Yatim sangat berarti dalam sejarah yang ditakdirkan Allah padanya. Kesulitan hidup yang dihadapinya sekarang tak akan ia biarkan menghadang. Kartini Kampung Kober ini yakin ikhtiarnya ini akan membawa keberhasilan di masa datang. (Tulisan ini dikirim oleh Ihsana Imie)