Wow, Anak Kecil Ini Habiskan 50 Buku Setiap Bulan
Untuk memotivasi lebih jauh, sekolah juga memberikan hadiah bagi yang tercatat membaca buku terbanyak, paling baik merangkum dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca. Lomba merangkum dan menceritakan buku biasa diadakan pada hari Sabtu selama 35 menit.
Adanya program budaya baca ini telah membuat Zakila semakin gandrung membaca. Bahkan Zakila adalah siswa pertama yang menceritakan hasil membaca bukunya pada lomba hari Sabtu itu. Walaupun Zakila cukup pemalu dan kadang agak terbata-bata. Namun, hanya dengan sekali membaca, dia mampu bercerita dengan runut jalinan kisah buku yang dibaca.
Ia mampu bercerita dengan detail buku cerita tentang Nabi Ibrahim. Dari mulai Nimrod yang bermimpi tentang bayi-bayi, sampai Ibrahim menghancurkan patung-patung. Demikian juga saat diminta menceritakan buku Lukisan Kenangan karya Pipit Senja. Buku yang tebalnya 159 halaman itu menurutnya hanya dihabiskan tiga jam saja.
Karena rajin membaca buku, buku kontrolnya sudah penuh catatan padahal masih satu bulan saja, yaitu bulan Januari 2017. Menurut Hidayah, setelah menghitung catatan buku kontrol membacanya dengan teliti, pada Bulan Januari itu, Zakila membaca 74 buku dan bulan Maret 2017 sebanyak 52 buku.
Rata-rata Zakila menghabiskan sebanyak 50-an buku dalam sebulan. “Buku yang tebal-tebal saya bisa habiskan dalam waktu setengah hari atau satu hari. Tapi kebanyakan buku cerita di sekolah tipis-tipis, sehingga paling butuh satu jam sampai dua jam saja,” ujarnya sambil sedikit menunduk.
Zakila, sebagaimana Aisyah, merupakan benih-benih kecil di antara puluhan siswa-siswa di Sidrap yang sekarang ini banyak membaca buku. Mereka tidak hanya membaca, tapi memahami cerita dan mampu menceritakan kembali bacaan dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Sidrap merupakan salah satu penerima Anugerah Literasi PRIORITAS dari Kemendikbud. Anugerah tersebut dicapai setelah Dinas Pendidikan Sidrap dengan asistensi USAID PRIORITAS dan berkolaborasi dengan stakeholder dan masyarakat menerapkan program budaya baca di kabupaten tersebut.
Salah satu program budaya baca di sekolah berupa membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan menceritakan hasil bacaan selama 35 menit setiap hari Sabtu. Sementara di luar sekolah, Kabupaten Sidrap juga mencanangkan untuk membangun taman-taman baca di ruang-ruang publik. Mustajib, Communication Specialist Usaid Prioritas Sulsel berharap Pemerintah Sidrap menjaga tren peningkatan kesukaan membaca siswa-siswa di Sidrap.