Sekolah di Kaki Gunung Ini Berhasil Lakukan Perubahan
“Tugas tim ini membuat program, sosialisasi, melaksanakan, dan mengevaluasi keberhasilan program madrasah secara transparan,” kata Ruba dalam presentasinya. MTs Al Muktariyah juga melakukan diseminasi pelatihan secara mandiri kepada semua guru, agar semua berkesempatan menerapkan pembelajaran aktif yang mendorong siswa belajar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mengembangkan budaya baca, dan manajemen berbasis sekolah. Masyarakat juga rutin diundang ke madrasah untuk melihat showcase keberhasilan pembelajaran di kelas.
“Setelah tiga tahun program berjalan, madrasah kami sekarang menjadi madrasah favorit. Tahun 2016 jumlah siswa kami sudah mencapai lebih dari 1500 siswa. Bahkan tahun ini ada 300 siswa yang ditolak masuk karena keterbatasan kuota siswa baru. Masyarakat menjadi lebih percaya untuk menyekolahkan anaknya ke madrasah kami,” papar Ruba yang juga menyebut siswa madrasahnya berhasil meraih juara pertama lomba IPA SMP MTs di tingkat kabupaten dan provinsi.
SDN Sumbergondo 2 dan MTs Al Muhktariyah mewakili sekolah mitra USAID PRIORITAS yang diundang oleh Sampoerna University dalam acara NEC 2017 untuk berbagi pengalaman dalam keberhasilannya meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui penerapan akuntabilitas, transparansi dan partisipasi masyarakat.
NEC adalah program dua tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Sampoerna University. Acara ini juga dihadiri para narasumber dari Kemendikbud, Transparansi International, Kompasiana, Gramedia, Microsoft, Indonesian Corruption Watch, dan para praktisi pendidikan seperti Itje Khodijah, Dony Koesuma, Iwan Syahril, Handoko Widagdo, dan masih banyak lagi. (Tulisan ini dikirim oleh Anwar Holil, Jakarta)