Saat Penulis Enggan untuk Menulis
- http://ciomasonline.com
Tekadku untuk membahagiakan kedua orangtua sangatlah kuat, sama kuatnya seperti aku mencintai cinta pertamaku. Bahkan sampai sekarang aku pun masih mencintainya walaupun dia sudah menikah dan mempunyai anak. Karena saking cintanya, aku masih selalu bermimpi bisa menikah dan hidup bahagia dengannya.
Saat ini bisa dikatakan aku sedang malas menulis. Bukan karena sedang tidak memiliki ide untuk menulis cerita lagi, tapi karena keadaan fisik yang sedang tidak mendukung. Ditambah lagi dari segi peralatan yang sama sekali tidak mendukung.
Kalau aku yang merupakan penulis low budget saja enggan untuk menulis, bagaimana dengan penulis lainnya yang sudah memiliki segala yang dibutuhkannya? Walaupun saat ini aku sedang dilanda kemalasan dan kekurangan peralatan untuk mengetik dan berkarya, tapi aku tidak menyerah begitu saja.
Tiada kata menyerah di dalam kamusku. Apalagi aku seorang pemula yang sudah beruntung karena sudah memenangkan dua kali perlombaan menulis artikel. Bukannya aku ingin sombong, tapi aku menyadari kemenanganku adalah hasil dari kerja keras dan usahaku selama ini. Tidak bisa terkenal pun tidak apa-apa, asalkan aku bisa terus bercerita, bercerita dan bercerita. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)