Mengenal Lebih Dekat Ketua PB KOPRI 2017-2019
- billy
Mulai dari Mapaba, PKD, PKL, serta PKN. Namun, sebagai wadah gerakan perempuan yang intelek, KOPRI juga perlu memiliki kaderisasi tersendiri secara berjenjang. Beberapa periode sebelumnya telah melaksanakan Latihan Kader Kopri.
Kemudian pada kepengurusan sahabat Irma Muthoharoh terlaksananya SKK 1, SKK 2 dan SKK 3. Selanjutnya KOPRI PB PMII periode 2014-2016 kaderisasi formal KOPRI dimulai dari SIG, SKK, dan SKKN.
Berikut dengan kaderisasi nonformal lainnya dan penugasan-penugasan pasca pelatihan dan follow up. Seluruh upaya yang dilakukan dari setiap kepengurusan adalah untuk peningkatan kualitas kader KOPRI dan tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Hanya saja waktu dua tahun bukan lah waktu yang lama untuk dapat mengukur sejauh mana keberhasilan kaderisasi KOPRI yang dilakukan. Maka, hal pertama harus dilakukan oleh KOPRI periode 2016-2017 adalah mengevaluasi dan mengukur sejauh mana proses kaderisasi kopri di lakukan dan sejauh mana tingkat keberhasilannya bersama pengurus KOPRI PB PMII minimal 2 periode terakhir.
Hal ini adalah untuk mewujudkan visi besar KOPRI Kaderisasi adalah proses estafet transfer ilmu pengetahuan yang berkelanjutan, maka dalam perumusannya perlu meninjau kaderisasi sebelumnya dan gambaran kebutuhan kader masa mendatang.
Buku panduan kaderisasi KOPRI PB PMII masa khidmad 2014-2016 telah terumus secara sistematis, Maka, proses pengawalan dalam pelaksanaan kaderisasi KOPRI perlu di tingkatkan.
Selain itu, melihat berbagai fenomena hari ini berbagai isu-isu tidak hanya isu perempuan dan anak juga isu yang sedang marak adalah penjagaan kepada NKRI. KOPRI harus memiliki peran dan gerakan yang strategis sebagai wadah perempuan PMII.
Kedua, Menciptakan SDM KOPRI yang memilki kemampuan spesifik. Semakin kompleksnya tantangan di berbagai lini kehidupan saat ini mengharus kader KOPRI untuk memiliki skill secara spesifik agar mampu menjadi pemenang dalam persaingan.
Oleh karena itu sejak awal kader harus sudah memiliki pilihan skill spesifik apa yang akan dimiliki pasca selesai proses pengkaderan di KOPRI. Hal ini dapat dimulai ketika kader mengikuti Sekolah Islam dan Gender, maka semestinya kader KOPRI dapat di klasifikasikan dengan keilmuan yang dimiliki.