Sepenggal Cerita di Perjalanan Menuju Kampung Halaman

Ilustrasi mudik ke kampung halaman.
Sumber :
  • U-Report

“Nama saya Ical. Saya tinggal di Antang Raya, Kelurahan Banggala. Tidak pernah ada seorangpun yang menanyakan tentang asal usul saya ketika saya mengamen. Cita-cita saya hanya satu, menjadi penyanyi. Enggak usah terkenal, tapi cukup didengar. Saya tak pernah sekolah, saya tak bisa membaca dan menulis, tapi kalau berhitung bisa. Ayah saya kuli bangunan di Makassar. Empat tahun lalu saya lari ke Takalar,” ujarnya menceritakan tentang dirinya.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Dua puluh menit setelah wawancara dengan anak pengamen tadi, datanglah Pak Kadir, sopir yang yang mobilnya akan saya tumpangi ke kampung halaman. Kebetulan Pak Kadir ini satu kampung dengan saya. Mengingat pesan orang tua yang meminta saya untuk pulang kampung naik mobil dan melarang naik motor. "Kalau pulangko nanti jangan mako naik motor, naik mobil saja. Nanti ada apa-apa di jalan. Dan kalau tidaka ada ongkos pulangmu, nanti baru dibayar sopirnya," itulah pesan ibu dengan logat Makassarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena ini adalah pesan orang tua, sekaligus ongkos di saku celana tidak ada, mengharuskan saya menikmati perjalanan dengan mobil sedan Pak Kadir. Ditemani dengan lima penumpang plus diputarkan musik religi, lapar dan dahaga tidak terasa. Sambil asyik memutar stir mobil ke kiri dan ke kanan, Pak Kadir pun sedikit bercerita seputar diri dan keluarganya.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

"Walaupun saya sopir yang harus pulang balik dari daerah ke kota, saya tetap mesti puasa di bulan Ramadan. Kita ini tidak akan hidup selamanya, pasti kita akan mati. Apalagi ini hanya setahun sekali. Jadi tidak ada alasan untuk tidak puasa. Beda dengan perempuan yang serba ribut, punya seribu alasan," katanya.

“Walaupun profesi hanya sebagai sopir, tapi cita-cita saya sangat tinggi untuk menyekolahkan semua anak saya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Dan sekarang sudah dua yang hampir tamat. Satu masuk SMA, dan satunya lagi baru masuk kuliah," ucap Pak Kadir. Tiga jam kemudian, kami memasuki Kabupaten Bulukumba. Cerita tentang perbaikan jalan rusak yang sempat dilewati menjadi catatan penting di benak saya beserta keempat penumpang lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Jokowi Diminta Lerai Konflik Ketua Pramuka dengan Menpora
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut