Sepenggal Cerita di Perjalanan Menuju Kampung Halaman
- U-Report
Sebelumnya, tepatnya pada tanggal 25 Mei 2017, masyarakat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran kepada Andi Sukri Sappewali, selaku Bupati baru yang belum lama menjabat ini. Masyarakat menuntut agar perbaikan jalan cepat dilakukan karena mau memasuki bulan Ramadan. Aksi itu menimbulkan kemacetan sepanjang Jalan Poros Bulukumba.
Sehari setelah aksi, tuntutan masyarakat pun langsung dipenuhi, "Pak Andi Sukri Sappewali usianya sudah 80-an, jadi bisa dimaklumi. Mungkin itu alasan kenapa perbaikan infrastruktur jalan dan pembangunan berjalan di tempat selama masa kepemimpinannya,” kata Pak Kadir dengan sedikit senyuman lucu.
"Kemungkinan lambatnya perbaikan infrastruktur jalan dan pembangunan kota yang lebih maju, bukan karena soal umur. Tapi dia tidak mampu menjalin hubungan atau kerja sama dengan pihak swasta di luar negeri yang mampu mendatangkan modal untuk pembangunan Bulukumba yang lebih baik,“ kata Sulaiman, salah satu penumpang Pak Kadir.
Setelah waktu menunjukkan pukul empat sore, ia berhenti sejenak di Toko Agung. Dia membeli sebungkus rokok untuk persiapan berbuka puasanya. Setelah meninggalkan toko, ia segera melaju dengan cepat agar tidak ketinggalan berbuka puasa di rumah. Setengah jam kemudian, penumpang satu persatu turun di depan rumahnya. Pukul lima sore, akhirnya saya pun tiba di rumah, kampung halaman tercinta. (Tulisan ini dikirim oleh Jusriadi, Gowa, Sulawesi Selatan)