Kekayaan Alam dan Keindahan Negeri adalah Karunia Tuhan
- ANTARA/Anis Efizudin
Begitu indahnya alam kita, sehingga penjajah waktu itu tidak mau pergi dari bangsa kita. Baik Belanda atau VOC, Jepang, dan Portugis. Mereka iri atas apa yang diberikan Tuhan terhadap bangsa Indonesia. Tapi Tuhan tahu bahwa jika bangsa ini diberikan keindahan alam yang begitu indah dengan kekayaannya maka manusia atau rakyatnya mampu untuk mengisi dan mengelola agar lebih indah. Dan kemerdekaan itu pun terjadi.
Saat ini alam yang begitu indah telah dikelola oleh bangsa kita sendiri dengan melahirkan pemimpin-pemimpin yang telah memimpin bangsa sampai saat ini. Pertanyaan yang sangat mendasar, apakah kita saat ini telah betul-betul memperindah alam Indonesia yang telah diberikan Tuhan bagi bangsa ini? Apakah kita saat ini belum optimal memperindah alam ini dan membuat harapan rakyat yang indah berbangsa dengan segala kecukupannya?
Semoga harapan masyarakat dan karuniaTuhan yang diberikan ini bisa membukakan mata kita. Bahwa kita mampu mewujudkan apa yang diangan-angankan semua orang. Bahwa keindahan alam bangsa Indonesia ini nyata bukan dongeng. Dan masyarakat Indonesia ini bisa mengelolanya.
Kita bungkam orang yang iri terhadap bangsa kita dengan mengelola bangsa ini dengan baik. Agar kesempurnaan keindahan yang diberikan Tuhan terhadap bangsa ini bukan kesalahan alamiah. Tetapi anugerah yang begitu indah yang diberikan terhadap bangsa ini untuk dikelola dan dinikmati hasilnya oleh masyarakat kita.
Pemimpin yang menjadi panutan bangsa ini semoga menyadari bahwa semua ini adalah bagian dari harapan masyarakat untuk menikmatinya. Rakyat berhak mendapatkan bagian dari apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan terhadap bangsa ini. (Tulisan ini dikirim oleh Deni Yusup)