Pameran Seni Parallel Event Biennale Jogja XIV Tahun 2017

Pameran seni Biennale Jogja.
Pameran seni Biennale Jogja.
Sumber :
  • Luki Antoro

VIVA.co.id – Biennale Jogja hadir lagi di tengah- tengah perkembangan zaman yang semakin serba digital ini. Setidaknya Biennale Jogja hadir menjawab pesimistis masyarakat akan esksistensi seni di Yogyakarta bahkan Indonesia.

Jika kita menengok isu ekonomi bangsa ini, banyak yang bilang bahkan riset menunjukan ekonomi sedang lesu dan daya beli masyarakat juga lesu. Apalagi seni identik dengan karya dan karya yang beli pasti terbayang banyak orang kaya.

Isu tersebut berkembang lagi di mana orang kaya tercekik oleh tax amnesty. Pengaruh-pengaruh itulah yang menimbulkan pesimisme di masyarakat. Isu-isu itu mencoba mempengaruhi dalam dunia seni sendiri.

Namun, tampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi Jogja. Biennale Jogja selalu menjawab dengan karya dan kolaborasi dengan para seniman-seniman di Yogyakarta untuk melawan tantangan tersebut.

Dan, faktanyanya adalah di Yogyakarta apa yang dikhawatirkan bahwa  ruang-ruang seni akan mati justru tidak terbukti. Bahkan timbul pertanyaan, “ lha itu sekelas Biennale Jogja, coba ruang-ruang kecil yang tersebar di Jogja?”.

Biennale Jogja pun juga menjawab dengan kolaborasi bersama ruang-ruang yang tersebar di seluruh Yogyakarta dan tentunya para seniman-seniman muda yang mampu terus untuk produktif berkarya.

Setidaknya di tahun ini Biennale Jogja dilingkup Parallel Event memiliki agenda yang dilaksanakan di 29 ruang seni dan 3 ruang publik yang tersebar di seluruh jogja dengan 45 Program Kegiatan yang akan di laksanakan hingga akhir tahun nanti.