Pameran Seni Parallel Event Biennale Jogja XIV Tahun 2017

Pameran seni Biennale Jogja.
Sumber :
  • Luki Antoro

Pameran ini akan mengungkap banyak cerita yang sempat tidak terungkap tentang perkembangan graffiti di Kota Yogyakarta, khususnya pada awal 2000-an.

img_title Irish Legends Through Indonesian Eye, Pameran Seni Perpaduan Batik dengan Cerita Rakyat Irlandia

Karya-karya graffiti yang tersebar di sudut kota yang sempat didokumentasikan akan dihadirkan lagi. Setidaknya pameran kali ini akan melihat perkembangan graffiti di Kota Yogyakarta dalam satu dekade terakhir ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pameran ini mencoba mengajak penikmat seni untuk hadir kembali bernostalgia tentang seni graffiti yang sempat terukir di sudut kota Jogja. Sekalipun ada, narasi dan artefak yang beranjak dari masa itu hanya menjadi pengalaman eksoterik semata, yang tersimpan sebagai dokumen pribadi dan terabaikan.

img_title Kolaborasi Seni untuk Autisme, Pameran di Fairmont Dapat Pujian

 After All These Years kemudian menjadi moment di mana fragmen cultural yang selama ini tak tampak kembali dipresentasikan dalam pameran ini. Dalam opening kali ini pun tampak hadir para seniman-seniman apik graffiti Jogja juga hadir untuk turut nostalgia menikmati karyanya yang mereka ukir beberapa tahun lalu. Termasuk juga para generasi muda yang tertarik pada graffiti juga turut memadati opening “After All These Years” kali ini.

Opening kali ini juga menyuguhkan live graffiti di media asbes yang besar. Menunjukan bahwa seni graffiti tak selamanya frontal dan dipandang sebagai vandalisme. Mungkin kalau menengok arsip Biennale Jogja tahun 2015 di acara Jamasan di Yogyatourium, Mas Alex TmT selaku seniman graffiti di Jogja juga sempat menceritakan bahwa seni graffiti tak lepas dari proses-proses yang menegangkan.

img_title Megawati Muncul di Pameran Seni Butet, Pakar: Itu Pernyataan Politik yang Paling Keras!

Tak hanya saat membuat karya, namun juga harus kucing-kucingan dengan warga bahkan aparat. Terlepas dari proses unik para seniman, justru keanehan tampak hingga saat ini. Seniman Graffiti selalu bisa menghadirkan karya-karyanya dan tak pernah henti untuk berkarya dan inovasi.

Ke depan, sampai bulan Desember 2017 agenda parallel event Biennale Jogja masih panjang. Masih ada banyak waktu bagi para penikmat seni di kota-kota lain untuk datang ke Jogja menikmati karya-karya seni seniman muda Jogja. (Tulisan ini dikirim oleh Luki Antoro)

Ilustrasi seniman.

Bukan Sekadar Lihat, Ini Cara Baru Menikmati Karya Seni di Pameran Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, pameran seni modern mulai menghadirkan pengalaman yang jauh lebih interaktif, santai, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

img_title
VIVA.co.id
11 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut