Bakat Jadi MC Membuatnya Sukses di Miss Inspiring 2017

Zahra Zahirah Abidin, Miss Inspiring 2017 dari IPB.
Zahra Zahirah Abidin, Miss Inspiring 2017 dari IPB.
Sumber :

VIVA – Zahra Zahirah Abidin, mahasiswi yang berasal dari  Sekolah Bisnis, Institut Pertanian Bogor ini berhasil menjuarai perlombaan Miss Inspiring 2017 yang diadakan oleh salah satu perusahaan kosmetik muslimah besar di Indonesia. Mahasiswi semester lima yang akrab disapa Zahra ini berhasil menjadi juara 2 dalam perlombaan tersebut.

Kompetisi pencarian Miss Inspiring 2017 tersebut diadakan pada pertengahan Oktober lalu. Dari sekian banyak peserta yang mengikuti lomba, Zahra berhasil lolos tahap interview dan berhasil masuk 30 besar hingga akhirnya menjadi juara 2. “Awalnya saya tidak menyangka akan menjadi juara 2. Karena saat babak penyisihan 15 besar, nama saya terakhir disebut,” ujar Zahra.

Miss Inspiring 2017 merupakan ajang pengembangan diri melalui perlombaan. Dalam perlombaan ini, setiap peserta diharapkan dapat menginspirasi banyak orang dengan peran yang dimiliki masing-masing. Setiap peserta mendapatkan pelatihan-pelatihan berbagai skill sebagai perempuan muslim.

Pada tahap minat dan bakat, setiap peserta dituntut untuk menunjukkan bakatnya masing-masing sesuai minat mereka. Perempuan kelahiran tahun 1997 ini menunjukkan aksinya melalui kemampuan public speaking yang ia miliki. Ia menunjukkan bakatnya sebagai seorang master of ceremony (MC) untuk acara formal maupun santai.

”Awalnya saya kurang percaya diri dan berpikir apakah jadi MC merupakan sebuah bakat? Karena pada saat itu pada umumnya peserta menunjukkan bakat di bidang menyanyi, make up, desain, dan fashion show. Tapi mungkin karena bakat yang saya tunjukkan berbeda dari yang lain, para juri jadi memberi nilai lebih kepada saya. Saat itulah percaya diri saya mulai tumbuh,” tutur Zahra mengenang.

Pada tes kemampuan berpikir, Zahra merasa sangat dimudahkan pada seleksi tahap akhir. Karena semua pertanyaan-pertanyaan tentang pengembangan diri dan wawasan yang diajukan bisa dijawab dengan tenang dan mantap. Pengalaman organisasi di kampus menjadi bekal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada.

“Pada tahap ini saya baru sadar, ternyata kemampuan public speaking yang selama ini saya anggap bukan bakat ternyata itulah bakat saya. Melalui bakat ini, saya dapat mengajak banyak orang dalam kebaikan. Dan dari sanalah dapat menginspirasi orang untuk terus berbuat kebaikan berdasarkan peran yang mereka miliki,” terang mahasiswi yang bercita-cita ingin punya bisnis kuliner ini.