Rambu-rambu Praktik Pekerjaan Sosial yang Harus Dipahami

Ilustrasi/Pengemis
Ilustrasi/Pengemis
Sumber :
  • REUTERS

VIVA – Profesi pekerjaan sosial saat ini telah menjadi bagian penting dalam upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Hal ini diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Yang menyatakan bahwa pekerja sosial profesional adalah seseorang yang bekerja baik di lembaga pemerintahan maupun swasta, yang memiliki kompetensi dan profesi pekerjaan sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan atau pengalaman praktik pekerjaan sosial untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial.

Sebagai suatu profesi, pekerja sosial memiliki prinsip-prinsip umum dalam melakukan praktik pertolongan terhadap klien (penerima manfaat). Adapun prinsip-prinsip tersebut penulis paparkan di bawah ini.

Pertama, acceptance atau penerimaan, yaitu pekerja sosial menerima siapa pun klien yang meminta pertolongan kepadanya. Tidak melihat suku, agama dan ras. Tidak memandang apakah yang datang meminta pertolongan itu berasal dari keluarga mampu atau tidak.

Klien memiliki hak untuk ditolong dan mendapatkan layanan kesejahteraan sosial profesional oleh pekerja sosial. Nilai yang terkandung dalam prinsip ini, yaitu adanya bentuk penghargaan harkat dan martabat manusia. Memperlakukan setiap orang dengan kepedulian dan rasa hormat.

Kedua, non-judgmental attitude atau sikap tidak menilai dan menghakimi. Apabila ada klien (penerima manfaat) yang datang meminta pertolongan, pekerja sosial hendaknya bersikap bersahabat dan tidak melukai perasaan klien dengan bersikap menghakimi.

Ketiga, client self determination atau klien menentukan diri sendiri. Menyambung hal di atas, bila hal itu terjadi, seorang pekerja sosial bisa menghubungkan nilai-nilai yang diyakini (ajaran agama) klien dengan apa yang telah ia lakukan. Pekerja sosial mengajak klien untuk berpikir rasional tentang perbuatan yang klien lakukan apakah hal tersebut keliru atau tidak (dalam hal ini klien yang menentukan sikap).

Selanjutnya, pekerja sosial bisa menawarkan beberapa alternatif penyelesaian masalah dan memberikan kesempatan kepada klien untuk memilih alternatif solusi, mana yang akan dilaksanakan bersama pekerja sosial untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.