Mengenal Sosok Dekan FMIPA IPB yang Hobi Membaca dan Memasak

Sri Nurdiati,  Dekan FMIPA IPB
Sri Nurdiati, Dekan FMIPA IPB
Sumber :

VIVA – Dr. Ir. Sri Nurdiati, M. Sc adalah Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor atau FMIPA-IPB. Beliau adalah satu-satunya dekan perempuan yang ada di IPB. Dr. Sri Nurdiati terpilih menjadi Dekan FMIPA pada akhir tahun 2011, dan saat ini merupakan periode kedua beliau menjabat sebagai Dekan FMIPA IPB.

Ibu Sri Nurdiati lulus  program sarjana di Departemen Statistika FMIPA IPB. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Komputer di The University of Western Ontario, Canada. Pendidikan S3 ditempuh di Twente University, The Netherlands, dengan mengambil bidang Matematika Terapan.

“Karena S1 Statistik, S2 Ilmu Komputer, dan S3 Matematika, background saya di bidang ilmu formal namanya. Saat ini pun mata kuliah yang saya ampu yang diambil dari ketiga departemen itu. Seperti Analisis Numerik, Analisis Algoritma, Matematika Komputasi, dan hal-hal yang berbau ketiga keilmuan itu,” ungkap Dr. Sri.

Beliau memutuskan menggunakan kerudung pertama kali ketika sedang studi di Kanada. Menurut pengakuannya, setiap kali hidup di luar negeri justru membuatnya semakin religius. Salah satu hobinya adalah memperdalam ilmu agama.

“Saya hobi membaca. Khususnya materi yang memberi pencerahan dan pemahaman agama yang lebih baik,” ujarnya. Karena hobi tersebut, tidak jarang, Dr. Sri dijadikan tempat bertanya masalah agama oleh teman-temannya. Di Belanda pun, ungkapnya, beliau sering diminta untuk mengisi tausiah dan sampai sekarang selalu dinantikan kedatangannya oleh komunitas pengajian di sana.

Selama menempuh pendidikan S3 di Belanda, berkat kesukaannya pada dunia kuliner, Dr. Sri membuka katering makanan dan berperan sebagai manajer. “Saya melihat ada peluang memadukan demand dan supply di sana. Di satu sisi, ada permintaan dari para mahasiswa yang malas memasak. Dan di sisi lain, ada para istri Phd students yang bisa memasak,” paparnya.

Melalui peluang itulah, ia memulai bisnis katering makanan di Belanda. “Saya menawarkan daftar menu setiap Minggu melalui milis. Pesanan makanan saya batasi sampai Kamis. Kemudian pesanan makanan dibagikan setiap Sabtu,” tambahnya. Keuntungan dari usaha katering ini dikirimkan ke tanah air untuk membiayai ratusan anak asuhnya yang menyebar di berbagai tempat di Indonesia melalui Komite Zakat Infaq Shodaqoh Islamic Network.