Jangan Ada Lagi Generasi Menunduk

Anak-anak asyik bermain gadget.
Sumber :

VIVA – Mengapa dikatakan Generasi Menunduk? Karena hampir semua orang yang berusia produktif memiliki satu ciri khas saat ada di tempat umum, yaitu menunduk. Bukan menunduk karena malu, namun menunduk karena terpaku pada layar gadget.

img_title Intip Perkembangan Store Gadget di Tanah Air, Ada yang Hadir dengan Konsep Kekinian

Tidak dapat dipungkiri, bahwa semakin ke sini, generasi yang tumbuh bisa dikategorikan dari seberapa pesat teknologi sedang berkembang. Semakin teknologi berkembang pesat, semakin terikatlah generasi tersebut di dalamnya. Saat sedang berjalan mencari makan, banyak orang sibuk dengan gadget dan media sosialnya. Saat sedang asyik berkumpul dengan teman-teman, masih sibuk dengan Instagram yang harus update tepat waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudah tak pernah lagi kita dapat ucapan sapaan dengan senyum tulus dari orang sekitar kita. Tak sadarkah kita, kini kita semakin jauh dengan keakraban yang terjalin dengan senyum, sapaan, dan jabatan tangan. Kurasa kini semua itu terasa asing untuk kita di zaman milennial ini.

img_title Dedi Mulyadi Ajak Orangtua Batasi Penggunaan Gawai pada Anak Demi Kesehatan

Kita semua sudah terlihat bahagia dan tertawa sendiri dengan dunia semu yang sedang melekat pada hidup kita masing-masing. Sampai melupakan bahwa dunia nyata lebih bisa menjanjikan kenyataan kebahagiaan yang tak semu dan fatamorgana. Kini, hanya lewat emoji berkarakter yang dibuat oleh manusia, kita dapat sampaikan ekspresi wajah kita. Tanpa perlu repot-repot menunjukkan ekspresi asli kita di hadapan orang-orang.

Kini, semua tergantikan dengan canggihnya gadget yang kita miliki, yang sudah seperti nyawa kedua kita. Tanpa gadget, seakan dunia runtuh dan jantung seketika berhenti berdetak. Gadget sudah merupakan jantung untuk kehidupan setiap manusia. Kehilangan gadget sudah membuat orang seperti kehilangan akal, dan dunia seakan berhenti berputar pada porosnya.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak Bisa Picu Ragam Masalah Ini

Di manapun dan kapanpun kita berada, tak dapat lagi kita temukan orang-orang yang berjalan dengan menatap lurus ke depan. Semua berjalan menunduk, terpanah pada layar putih yang menyajikan banyak keceriaan semu. Seakan- akan setiap jutaan manusia yang berjalan menunduk sudah dipasang radar bahaya di depan dan di belakang. Tak peduli ada lubang atau tiang, mereka seperti sudah terpasang alat pengingat bahaya. Mahir berjalan tanpa tersandung dan membelokkan diri seketika jika di hadapannya akan menabrak manusia lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut