Mengenang saat Amunisi Mengamuk di Langit Cilandak
Dari dalam rumah, terdengar bunyi peluru-peluru yang kapan saja dapat menghantam rumah-rumah di sekitar. Bambang juga menuturkan, tidak sedikit anggota keluarganya yang menangis ketakutan mendengar suara pecahan-pecahan kaca dari rumah-rumah tetangganya.
Menurut apa yang disaksikan warga sekitar, tidak hanya peluru meriam yang berukuran besar saja yang terlempar tidak terarah di udara. Tetapi juga ranjau, granat, serta bahan-bahan peledak seperti bom.
Amunisi juga melayang dan mendarat pada beberapa daerah seperti Fatmawati, Pasar Minggu, bahkan hingga ke wilayah Depok. Hampir seluruh warga yang bertempat tinggal pada wilayah-wilayah yang telah disebutkan di atas diungsikan. Namun, ada juga sebagian warga yang memilih untuk tetap di rumah seperti yang dilakukan keluarga Bambang saat itu.
Bangunan Rumah Sakit Fatmawati ikut menjadi korban ledakan amunisi yang membabi buta kala itu. Kaca-kaca gedung yang hanya berjarak 2,5 kilo meter dari lokasi kejadian pecah terkena hantaman amunisi. Pasien rumah sakit diungsikan ke RS Pertamina, Gereja HKBP, Balai Rakyat, dan masjid-masjid yang dilihat cukup aman.
Warga-warga yang mengalami peristiwa itu mengaku tidak tahan akan bunyi dan hantaman amunisi yang mendarat di mana-mana. Seperti sedang berdiri di tengah lapangan sewaktu hujan badai, yang sewaktu-waktu nyawa dapat melayang terkena sambaran petir.
Peristiwa mencekam, mengancam nyawa, dan menggelegar itu juga dialami oleh Soewarti, salah satu penduduk wilayah Fatmawati. Awal mula dia mendengar ledakan kecil bertubi-tubi seperti suara petasan, namun tak kunjung berhenti meledak. Hingga klimaks pun tiba, berlusin-lusin jenis amunisi mengamuk di udara.
Kegelapan malam kala itu beralih menjadi terang yang menyilaukan mata bagaikan api neraka. Suara dentuman keras menusuk jantung penduduk sekitar yang ketakutan,dan membuat seluruh anggota tubuh bergetar merinding dibuatnya. “Saya meraba-raba tembok sambil jalan ke depan pintu. Kaki sudah gemetar, sambil berjalan untuk melihat ada apa di luar sana,” ujarnya.
“Bener-bener deh, satu malem itu bikin semua orang berdoa minta cepet-cepet diselesain. Kita semua udah pada enggak kuat ngalamin kejadian itu. Bayangin aja, yang melayang-layang di atas atap rumah itu amunisi, peluru, jenis bahan peledak,” tambah wanita dengan tiga anak tersebut.