Mengenang saat Amunisi Mengamuk di Langit Cilandak

Ilustrasi ledakan.
Sumber :

Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan selain berlindung dan berdoa kepada Gusti Alam Semesta. Ibarat,Ssi kuat yang terjatuh juga, amukan amunisi membuat seluruh kalangan masyarakat sekitar berdoa. Baik itu tentara, warga sipil, guru, pejabat, dan masyarakat lainnya.

img_title Ledakan Petasan di Blitar Terdengar Hingga Kediri, Dikira Gunung Kelud Meletus

Pecahan kaca rumah-rumah warga membanjiri tanah. Suara gemuruh berbagai jenis amunisi di atas rumah mereka, menghiasi langit pada malam terkutuk itu. Soewarti juga mengatakan kalau lampu listrik padam di seluruh wilayah sekitar lokasi kejadian. Wilayah tersebut seolah tidak terkontrol, dan tidak ada yang bisa menghalangi kekejian amunisi yang sudah tidak dapat didamaikan lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal yang dialami Soewarti, tidak jauh berbeda dengan yang Bambang rasakan. Di dalam rumah, Soewarti dan keluarga hanya mampu membalikkan telapak tangan, menunduk, dan dengan penuh rasa ketakutan mengharapkan Tuhan memberikan tameng-tameng pada rumahnya. Agar mereka terlindung dan selamat dari peristiwa terkutuk itu.

img_title Dahsyatnya Ledakan Petasan di Blitar, Tubuh Korban sampai Terlempar 150 Meter

Terlebih, pada saat itu, belum ada sarana komunikasi yang sudah canggih dan merambah ke segala penjuru yang dapat digunakan setiap orang. Belum ada telepon seluler, sehingga para penduduk tidak bisa memberi kabar dan meminta pertolongan kepada sanak keluarga mereka di tempat lain.

Para tentara yang bertempat tinggal di Kompleks Marinir Cilandak, yang dikenal sebagai sosok pemberani dan bernyali besar seolah hanya memiliki setetes nyali pada malam itu. Mereka tidak mampu melakukan sesuatu melainkan berlari menjauh dari lokasi gudang amunisi,dan menyelamatkan keluarga mereka ke tempat pengungsian.

img_title Labfor Polda Jatim Olah TKP Ledakan Petasan yang Tewaskan 4 Orang di Blitar

Para tentara yang berjaga dan belum memiliki keluarga lekas menolong warga sipil dan membantu mengarahkan mereka ke tempat pengungsian yang tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian. Penyebab terbakarnya gudang yang mengakibatkan berbagai jenis amunisi mematikan tersebut mengamuk belum diketahui secara pasti.

Dari informasi warga yang mengalami langsung kejadian itu, tidak ada yang mengetahui secara pasti penyebab bencana perenggut korban tersebut. Karena pada saaat itu belum ada sarana yang memadai untuk mentransfer informasi secara detail dari lokasi kejadian. Bantuan dari aparat pemerintah kala itu baru dikerahkan setelah badai amunisi tersebut reda. Karena tidak ada yang berani menembus seramnya malam itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut