Kekurangan Jangan Membuatmu Menyerah

Ilustrasi atlet difabel.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

“Meskipun saya cuma punya satu tangan, tapi semuanya bisa saya lakukan. Foto pakai kamera, memancing, mengendarai motor, mobil manual, saya bisa semuanya. Jadi jangan anggap remeh saya,” ucap Trisna dengan tegas. Tak hanya di bidang seni, Trisna juga menjuarai tryout se-Baturaja yang artinya ia sangat mempedulikan pendidikan juga.

img_title Jalan 6 Kilometer Lewati Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Bikin Haru

Awalnya, ia sempat takut untuk menjalin hubungan dengan wanita karena kekurangannya tersebut. Ia berpikir, wanita mana yang mau laki-lakinya hanya mempunyai satu tangan. Ia juga sempat takut bagaimana ia ingin mencari pekerjaan jika tangan saja hanya satu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan mana yang ingin menerimanya. Karena tangan, kaki, dan skill adalah yang utama jika ingin mencari pekerjaan. Jika ada lowongan part-time, ia tak berani untuk melamar pekerjaan tersebut. Baginya, itu hanya sia-sia karena ia sudah tahu jawaban yang akan diterima. Dan itu hanya membuatnya semakin sedih.

img_title Ikhtiar, Sabar, dan Doa: Tiga Kunci Menuju Perubahan Hidup yang Bermakna

Trisna akhirnya bertemu dengan wanita yang mau menerima dia apa adanya, tanpa memandang fisik sekalipun. Bahkan, wanita itu tidak malu sama sekali akan kekurangan yang ada di diri Trisna. Ia sangat bersyukur sekali ketika bertemu dengannya, dan mau menerima apa yang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa.

Ia mendapatkan pekerjaan pertamanya atas saran dari pasangannya itu. “Dia ngomong sama saya, jangan malu sama tangan palsu ini. Tangan palsu ini adalah keberuntungan kamu. Coba deh ngelamar, insyaallah pasti keterima,” papar Trisna dengan senang hati.

img_title Dulu Upahnya Cuma Rp150 Ribu, Mantan ART Asal Tasikmalaya Kini Cetak Hattrick Emas di Asean Para Games 2025

Ada sebuah perusahaan production house yang sedang mencari editor untuk berbagai macam proyek. Dan ia putuskan untuk datang interview sambil membawa CV dan karyanya. Alhamdulillah ia sangat bersyukur bahwa masih ada orang yang percaya kepadanya dan tidak memandang fisik sama sekali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan melihat hasil karyanya saja, perusahaan tersebut bisa menilai bahwa Trisna mempunyai bakat dan itu harus dimanfaatkan. Ini kali pertamanya ia mengerjakan proyek besar dan ia tak boleh mengecewakan kliennya. Karena, ia berharap jika ada proyek selanjutnya ia akan dipakai lagi.

Kita sebagai manusia tidak ada yang sempurna. Semua orang mempunyai kekurangannya masing-masing. Kalau sudah tahu kita mempunyai kekurangan, jangan buat itu menjadi beban. Kamu punya bakat harus kamu dalami lagi. Jangan duduk diam manis di rumah saja. Teruslah berkarya dan jangan gampang menyerah” tutup Trisna. (Tulisan ini dikirim oleh Dina Chairina, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional, Jakarta)

Sosok Hendra Arifin, pendiri HokBen

Mengenal Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Tinggalkan Karier sebagai Insinyur, Keputusannya Sempat Ditentang Keluarga

Mengenal Hendra Arifin, sosok yang meninggalkan karier sebagai insinyur demi membangun HokBen. Kisahnya penuh tantangan hingga memiliki ratusan gerai di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut