Ketika DPR Mengutuk AS dan Inggris

Dubes AS Ralph Boyce, Dubes Inggris dan Ketua Komisi I Ibrahim Ambong pada 2003
Sumber :
  • Dok. Pribadi

(Artikel opini ini ditulis oleh Ibrahim Ambong, Ketua Komisi I DPR-RI 2001-2004)

img_title Reaksi Pemain Persib Usai Saddil Ramdani Mendadak Ucap Perpisahan

VIVA – Serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan menangkap Presiden Maduro dan isterinya, Cilia Flores, telah menimbulkan kecaman dari berbagai negara. Tindakan AS ini dianggap sebagai melanggar kedaulatan negara dan yang bertentangan dengan hukum internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi AS ini bukanlah hal baru. Penyerangan dan menangkap atau membunuh kepala negara lain sudah pernah dilakukan. Seperti menangkap Presiden Manuel Noriega dalam invasi AS ke Panama tahun 1989. Lalu menyerang Irak dan menangakap Presiden Irak, Sadam Husein, di tahun 2003. Sepertinya PBB tidak berdaya menghadapi tingkah AS ini. Seolah-olah yang berlaku adalah tindakan itu sah bagi AS. Bahkan saat ini, AS mengancam Iran akan melakukan kekerasan.  Presiden Donald Trump bahkan juga mengancam akan mencaplok Greenland.

img_title Pelarian Berakhir! Dua Tahun Buron, Pelaku Penembakan di Puncak Papua Ditangkap

Kebrutalan AS ini mengingatkan saya pada masa lalu ketika saya di Komisi I DPR. Komisi I, yang membidangi hubungan internasional, telah mengecam dan mengutuk tindakan AS dan Inggris yang melakukan penyerangan ke Afganistan  2001. 


Source : Dok. Pribadi

img_title Gaza Menderita, Tepi Barat Membara: PBB Kecam Israel

Ceritanya begini. Pagi itu, tanggal 8 Oktober 2001, sekitar jam 09.00, saya tiba ruang rapat Komisi I. Di ruang tunggu telah hadir Sophan Sofyaan dari PDIP dan Rusjdi Hamka dari PPP. Keduanya kader dari Presiden Megawati dan kader dari Wakil Presiden Hamzah Haz. Setelah mengucapkan salam, saya menyampaikan berita tentang penyerangan oleh AS dan Inggris terhadap Afganistan. Saya minta pendapatnya apa yang harus kita lalukan dengan peristwa itu. Keduanya, hampir berbarengan menyatakan “kutuk” AS dan Inggris. Saya lalu berkata apabila partai penguasa sudah menyatakan demikian maka kita lanjutkan saja isu ini dalam rapat Komisi I sebentar lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikianlah, Komisi I mengangendakan rapat isu serangan terhadap Afganistan. Rapat berlangsung ramai mengeritik AS dan Inggris. Dari pembicaraan rapat tersebut diambil kesimpulan. Saya meminta kepada Hajriyanto Thohari (Golkar) untuk menyusun draf kesimpulan rapat. Setelah disetujui rapat, maka keluarlah pernyataan sikap Komisi I sebagai berikut:

Pernyataan sikap Komisi I DPR-RI terhadap penyerangan AS dan Inggris terhadap Afghanistan sebagai:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut