Social Partnership untuk Sumatera Pulih
- Dok. Pribadi
Social Partnership sebagai Jalan Tengah
Di sinilah social partnership menjadi kunci. Kemitraan sosial memungkinkan:
- Pemerintah fokus pada kebijakan, sistem, dan keberlanjutan.
- Figur publik dan influencer memperkuat kesadaran, empati, dan mobilisasi dukungan.
- Lembaga kemanusiaan menjembatani bantuan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
- Media dan akademisi menjaga akurasi, data, dan refleksi kritis.
- Masyarakat lokal menjadi aktor utama, bukan objek.
Dengan social partnership, kehadiran tidak lagi dipertandingkan, tetapi disinergikan. Kritik tidak lagi menjadi serangan personal, tetapi masukan kebijakan. Dan solidaritas publik tidak berhenti di trending topic, melainkan berlanjut hingga fase pemulihan.
Upaya Multipihak yang Mulai Dilakukan
Dalam merespons bencana, kita tidak mulai dari nol. Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui BNPB dan BPBD, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Dunia usaha turut berkontribusi melalui program CSR, bantuan logistik, hingga dukungan pemulihan ekonomi lokal. Lembaga kemanusiaan dan organisasi masyarakat sipil hadir langsung di lapangan, mengisi celah-celah kebutuhan yang tidak selalu terjangkau oleh negara.
Masyarakat juga menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Donasi publik, relawan lokal, dan inisiatif berbasis komunitas menjadi kekuatan penting dalam merespons bencana. Media dan influencer berperan dalam menyuarakan kondisi lapangan, mempercepat perhatian publik, dan menggalang dukungan. Namun, upaya-upaya ini sering berjalan secara parsial. Banyak program yang kuat di awal, tetapi melemah di fase pemulihan. Ada yang fokus pada bantuan darurat, sementara aspek pemulihan sosial, ekonomi, dan psikososial belum terintegrasi secara utuh. Di sinilah tantangan besar kita bersama.
Pemerintah, Swasta, Lembaga Kemanusiaan, dan Pihak Lokal Bergandeng Tangan.
Dari berbagai masalah yang muncul, hal mendasar satu diantaranya adalah keterbutuhan Air. Salah satu lembaga kemanusiaan Human Initiative menginisiasi kolaborasi dengan Pemerintah Aceh dan bermitra dengan salah satu perusahaan kontruksi di Indonesia untuk bantuan program Air bersih. Air bersih tersebut menjadi kebutuhan utama bagi warga terdampak banjir. Ketersediaannya menentukan keberlangsungan aktivitas harian, mulai dari minum, memasak, menjaga kebersihan diri, hingga membersihkan lingkungan rumah. Ketika warga kesulitan memperoleh air bersih, risiko gangguan kesehatan meningkat, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih selama masa pemulihan.