Indonesia Incorporated dan Visi Lompatan Ekonomi

Audiensi Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hambalang, Bogor, Jabar
Sumber :
  • Istimewa

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sektor-sektor tersebut terbukti padat karya, memiliki rantai pasok luas, serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk dari kelompok berpendidikan menengah dan bawah.

img_title Modal Asing Banjiri RI Tembus Rp140,7 Triliun, Suahasil: Ini Pengelolaan Ekonomi yang Harus Dijaga

Selain itu, sektor makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta UMKM juga mendapat perhatian serius. Sektor-sektor ini bukan hanya penopang ekonomi domestik, tetapi juga kunci ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kerangka Indonesia Incorporated, penguatan sektor-sektor tersebut berarti memperkuat fondasi ekonomi nasional dari bawah, bukan hanya mengandalkan pertumbuhan di sektor finansial atau komoditas semata.

img_title BI Pastikan Pertumbuhan Ekonomi di RI Tetap Terjaga Baik

Komitmen APINDO yang menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden patut diapresiasi. Dukungan ini tidak berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi menyentuh aspek kesejahteraan yang lebih luas: pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi yang memadai, serta pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. Di sinilah letak pembeda antara pertumbuhan yang semu dan pembangunan yang bermakna dan inklusif.

Pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan hanya akan memperlebar kesenjangan. Sebaliknya, industrialisasi yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri akan membuka peluang kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat daya beli masyarakat. Ketika dunia usaha terlibat aktif dalam agenda sosial seperti gizi dan pendidikan, maka pembangunan sumber daya manusia tidak lagi menjadi beban negara semata, melainkan tanggung jawab kolektif.

img_title Pengakuan Pemeran A Day in My Life, Alasan Mereka Buat Puluhan Video Porno Gay

Perubahan Relasi
Paradigma Indonesia Incorporated juga menuntut perubahan relasi antara pemerintah dan dunia usaha. Negara perlu menghadirkan kepastian hukum, regulasi yang sederhana, serta iklim investasi yang kondusif. Di sisi lain, pengusaha dituntut untuk tidak sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi berinvestasi pada sektor-sektor produktif yang berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan di Hambalang, menunjukkan sinyal kuat bahwa koordinasi lintas kementerian akan menjadi prioritas. Tanpa birokrasi yang solid dan responsif, semangat kolaborasi akan mudah terhambat oleh prosedur dan ego sektoral. Indonesia Incorporated mensyaratkan birokrasi yang melayani, bukan mengendalikan secara berlebihan.

Lebih jauh, konsep ini juga relevan dalam menghadapi tantangan global. Ketidakpastian ekonomi dunia, fragmentasi geopolitik, dan perlambatan perdagangan internasional menuntut Indonesia untuk memperkuat pasar domestik dan basis industrinya sendiri. Kebergantungan berlebihan pada impor dan komoditas mentah harus dikurangi. Hilirisasi industri, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan inovasi teknologi menjadi keniscayaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut