Persediaan Oksigen Kritis, Daqu Ajak Patungan Oksigen

Sumber: bbc
Sumber :
  • vstory

VIVA – Melonjaknya angka pasien Covid-19 akhir-akhir ini mengakibatkan sejumlah masalah baru, salah satunya persediaan oksigen yang kritis. 

RSUD Bayu Asih Purwakarta Klarifikasi Sangkaan Penolakan Penanganan Bayi Prematur

Sebagian besar pasien Covid-19 memerlukan bantuan oksigen tambahan. Namun apa jadinya jika stok oksigen di rumah sakit bahkan isi ulang kian menipis?

Baru-baru ini kerap tersiar kabar yang mengatakan bahwa persediaan oksigen mulai kritis. Sedangkan angka pasien Covid-19 terus bertambah.

Lagi, SYL Minta Pindah Karena Oksigen di Rutan KPK Kurang: Paru-paru Saya Setengah

Menipisnya persediaan oksigen disebabkan karena kurangnya antisipasi terhadap kemungkinan terburuk yang disebabkan oleh Covid-19, seperti meledaknya angka pasien yang terjangkit.

Jumlah pasien yang kian bertambah faktanya tak dibarengi dengan persediaan oksigen yang cukup. Sehingga, kelangkaan oksigen pun terjadi di berbagai wilayah.

Geger Para Pemain Timnas Hampir Meninggal Gegara Pesawat Rusak

Oleh karena itu, PPPA Daarul Qur'an (Daqu) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu para tenaga medis dan pasien dengan menyediakan oksigen yang diperoleh dari hasil patungan atau sedekah.

Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur mengatakan bahwa pihanya tak ingin lagi mendengar kabar miris tentang kelangkaan oksigen. Untuk itu, PPPA Daarul Qur'an pun memfasilitasi masyarakat untuk membantu para pejuang medis dan pasien.

"Tentunya bantuan ini sangat berarti bagi saudara kita yang diuji terpapar virus Covid-19 untuk bertahan hidup dan kembali bangkit, semoga dukungan ini menjadi ikhtiar berkurangnya angka kematian karena virus corona dan wasilah datangnya perlindungan Allah untuk kita semua," ujar Ghofur. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.