Rendahnya Kualitas Tenaga Kerja di Bumi Cendrawasih

Ilustrasi tenaga kerja di Bumi Cendrawasih (GuruPendidikan.com)
Ilustrasi tenaga kerja di Bumi Cendrawasih (GuruPendidikan.com)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Salah satu masalah negara berkembang tak terkecuali di Indonesia ialah masih tingginya tingkat pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran biasanya akan memberikan efek domino terhadap tingkat kemiskinan.

Ketika tingkat pengangguran di suatu daerah naik, maka tingkat kemiskinan di daerah tersebut juga akan naik dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, setiap pemerintah daerah senantiasa berupaya untuk menurunkan angka pengangguran di daerah mereka masing-masing, begitupun Provinsi Papua yang dikenal dengan sebutan Bumi Cendrawasih.

Selama periode 2015-2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Papua berada pada kisaran angka 4-3 persen. Angka tersebut relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan TPT nasional yang berada dikisaran angka 5-7 persen pada periode yang sama.

Hal ini sebenarnya sudah cukup baik, namun yang perlu diperhatikan bukan saja dari tingkat persentasenya, akan tetapi perlu juga diketahui bagaimana kualitas tenaga kerja dan juga sektor lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja tersebut. Mengingat, Provinsi Papua adalah provinsi yang memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi di Indonesia, padahal sebagian besar masyarakatnya sudah bekerja.

Sektor Pertanian Menyerap Tenaga Kerja Terbanyak

Menurut BPS, sektor pertanian masih menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar di Provinsi Papua yaitu sebanyak 67,73 persen. Sementara itu, sektor yang menyerap tenaga kerja paling sedikit ialah sektor industri (5,77 persen). Apabila dilihat pada tiap daerah di Papua, terdapat kabupaten yang seluruh penduduknya bekerja di sektor pertanian, yaitu Kabupaten Nduga. Sedangkan penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian paling kecil terdapat di Kota Jayapura yakni hanya sekitar 4,32 persen.

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pada sektor industri/manufaktur paling banyak ada di Kabupaten Mimika (23,23 persen) dan terdapat tiga kabupaten yang penduduknya tidak bekerja di sektor industri yakni Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Dogiyai.  Selanjutnya, pada sektor jasa, Kota Jayapura memiliki persentase penyerapan tenaga kerja terbesar yaitu 83,23 persen.  Adapun kabupaten yang tidak ada penyerapan tenaga kerja pada sektor jasa ialah Kabupaten Nduga.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.