La Nina dan Cadangan Pangan

Hamparan tanaman padi siap panen di Ponjong Gunungkidul
Sumber :
  • vstory

VIVA – La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. La Nina juga merupakan anomali sistem global yang cukup sering terjadi dengan periode ulang berkisar antara dua sampai tujuh tahun. Bencana hidrometeorologis berupa La Nina dikhawatirkan bisa mengancam cadangan pangan di level terendah, yaitu keluarga, khususnya petani.

img_title Pakar Global Ungkap Pasokan Pangan Dunia Terancam 3 Hal Ini

Petani terutama akan merasa terdampak pada ancaman gagal panen. Hal itu masih diperparah dengan pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai. Dengan demikian diperlukan antisipasi untuk penanggulangan dari petani maupun pihak pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah harus menguatkan kesadaran petani terkait ancaman La Nina agar bisa mengantisipasi sejak dini. Sosialisasi berbagai rencana penanggulangan harus diberikan kepada kelompok petani.

img_title Demi Korban Gempa NTT dan Karhutla, Zulhas Minta Gaji Kader PAN Dipotong Sebulan

Selain itu, early warning system (EWS) berbasis teknologi yang digunakan untuk pemantauan siklon pergerakan La Nina harus hadir di pusat-pusat pertanian yaitu wilayah perdesaan. Kerusakan hebat diakibatkan La Nina ini harus sudah diantisipasi oleh pemerintah sejak sekarang. Keganasan La Nina sudah terbukti. Seperti kasus longsor di Kota Batu, Jawa Timur, memberikan peringatan bahwa La Nina menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Tingkatkan Kewaspadaan

img_title 10 HP Bekas Rp1 Jutaan untuk Petani: Prioritaskan Baterai, GPS, Kamera, dan Sinyal

Sejumlah persiapan perlu dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi bencana ini. Persiapan itu dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan selain mengoptimalkan upaya penanganan. Bentuk persiapan itu dapat dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Datangnya bencana alam yang mendadak menuntut masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Untuk itu semua peralatan pendukung baik EWS, maupun pos pengamatan perlu disiagakan. Tidak hanya itu pemerintah juga perlu mensosialisasikan ke berbagai desa yang rawan dan objek wisata terkait adanya potensi bencana.

Pemahaman masyarakat terhadap antisipasi bencana, terutama di lingkungan sekitar menjadi kunci dari mitigasi dan penanganan bencana. Begitu pula dari segi pendanaan dan sarana serta prasarana harus sudah disiapkan dengan baik, termasuk bronjong dan lain-lain. Semua itu dilakukan dengan harapan antisipasi bencana alam akibat La Nina bisa dilakukan secara maksimal. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut