Memandang RUU Sisdiknas sebagai Upaya Pembangunan Pendidikan Indonesia

Ilustrasi Pendidikan (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Pendidikan (Sumber: Pixabay)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Setiap perundang-undangan yang baru, baik yang masih berupa draf atau Omnibus Law pasti akan mengalami perbincangan pro dan kontra. Perbincangan yang sedang ramai adalah perihal tidak disebutkannya nomenklatur satuan pendidikan, khususnya madrasah.

Pada dasarnya dalam UU  Sisdiknas tahun 2003 pasal 17 ayat (2) Madrasah sudah diatur sebagai salah satu bentuk pendidikan dasar. Di mana pada pasal 17 ayat (2) berbunyi, bahwa “Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.”

Sedangkan pada draf RUU Sisdiknas oleh beberapa pihak dinilai menghilangkan penyebutan “madrasah” sebagai satuan pendidikan. Masalah yang dimaksud adalah dikotomi penyebutan satuan pendidikan.  

Sedangkan menurut Kepala BSKAP (Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan) Kemendikbudristek RI, menyebutkan bahwa istilah atau penyebutan madrasah akan muncul dalam penjelasan. Hal ini menurut Anindito dimaksudkan “agar penamaan bentuk satuan pendidikan tidak diikat di tingkat UU sehingga lebih fleksibel dan dinamis.”

Di samping itu, ia menyebutkan memang tidak ada rencana untuk menghapus sekolah atau madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendiikan lain dari sistem pendidikan nasioanl.

Jika kita lihat secara substansial, maka RUU Sisdiknas yang masih dalam tahap revisi draf awal adalah sebagai upaya pembangunan sistem pendidikan nasional. Ketika berbicara sistem maka kita tidak bisa menghilangkan tujuan dan model pengembangan.

Jika tujuan pendidikan nasional kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka perlu adanya model sistem pendidikan yang benar-benar memiliki strategi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.