Mengenal Sastrawan yang Berkarya pada Angkatan Pujangga Baru
- vstory
VIVA - Sebelum kita mengenal sastrawan angkatan Pujangga Baru, kita harus ketahui terlebih dahulu tentang awal mula berdirinya angkatan Pujangga Baru. Angkatan Pujangga Baru adalah angkatan yang lahir setelah periode Balai Pustaka.
Angkatan ini muncul pada tahun 1933 yang dipimpin langsung oleh Sutan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane. Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane adalah pendiri serta penerbit majalah “Poedjangga Baroe” yang berdiri pada bulan juli tahun 1933.
Kemunculan angkatan pujangga dilatarbelakangi oleh penerbitan yang dilakukan oleh Balai Pustaka yang dipimpin langsung pihak Belanda. Pada masa angkatan Balai Pustaka untuk menerbitkan karya harus melewati beberapa aturan tertentu tidak bisa asal menerbitkan, hal ini untuk menghindari adanya tulisan liar dan cabul (buku-buku bacaan yang mempunyai corak realisme-sosialis). Adanya semangat nasionalisme yang tinggi maka pada angkatan pujangga baru ini lebih mengangkat tema persatuan, nasionalisme, dan rasa kebangsaan.
Adapun sastrawan yang paling menonjol pada angkatan ini, sebagai berikut:
1. Sutan Takdir Alisjahbana
Sutan Takdir Alisjahbana lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 dan wafat pada tanggal 17 Juli 1994 di usia 86 tahun. Sutan Takdir merupakan tokoh yang melakukan pergerakan modernisasi perkembangan bahasa Indonesia sehingga menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan menjadi pemersatu bangsa. Hal ini berdasarkan dari jasa beliau sebagai pengarang yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
Pada tahun 1933 Sutan Takdir bersama dengan Amir Hamzah dan Armijn Pane mendirikan majalah “Poedjangga Baroe”. Majalah ini membawa corak baru dalam dunia kesusastraan Indonesia. Dalam majalah ini berisikan beberapa tulisan yang mengarah kepada pembaruan ala barat.
Pada angkatan Pujangga Baru Sutan Takdir menulis novel, puisi, esai-esai sastra, buku pengetahuan tatabahasa, dan karangan-karangan ilmiah tentang filsafat serta ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Karya-karya yang dihasilkan Sutan Takdir memuat suasana kegembiraan dan optimisme. Karya yang beliau tulis adalah sebagai bentuk dorongan untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju yang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang modern.
Karya-karya dari Sutan Takdir Alisjahbana: