Mengenal Sastrawan yang Berkarya pada Angkatan Pujangga Baru

Sumber foto: https://www.canva.com/
Sumber :
  • vstory

VIVA - Sebelum kita mengenal sastrawan angkatan Pujangga Baru, kita harus ketahui terlebih dahulu tentang awal mula berdirinya angkatan Pujangga Baru. Angkatan Pujangga Baru adalah angkatan yang lahir setelah periode Balai Pustaka.

img_title Jumhur Bilang 30 Perusahaan Berpotensi Bayar Ganti Rugi Rp15 Triliun Imbas Karhutla

Angkatan ini muncul pada tahun 1933 yang dipimpin langsung oleh Sutan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane. Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane adalah pendiri serta penerbit majalah “Poedjangga Baroe” yang berdiri pada bulan juli tahun 1933.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemunculan angkatan pujangga dilatarbelakangi oleh penerbitan yang dilakukan oleh Balai Pustaka yang dipimpin langsung pihak Belanda. Pada masa angkatan Balai Pustaka untuk menerbitkan karya harus melewati beberapa aturan tertentu tidak bisa asal menerbitkan, hal ini untuk menghindari adanya tulisan liar dan cabul (buku-buku bacaan yang mempunyai corak realisme-sosialis). Adanya semangat nasionalisme yang tinggi maka pada angkatan pujangga baru ini lebih mengangkat tema persatuan, nasionalisme, dan rasa kebangsaan.

img_title Rekening Rp80,9 Juta AMPB Supriyono Ditunda, Polisi: Kalau Tak Ada Pidana Akan Dibuka

Adapun sastrawan yang paling menonjol pada angkatan ini, sebagai berikut:

1. Sutan Takdir Alisjahbana

img_title Debt Collector yang Paksa Masuk ke Dalam Mobil Targetnya Ditangkap Polisi

Sutan Takdir Alisjahbana lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 dan wafat pada tanggal 17 Juli 1994 di usia 86 tahun. Sutan Takdir merupakan tokoh yang melakukan pergerakan modernisasi perkembangan bahasa Indonesia sehingga menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan menjadi pemersatu bangsa. Hal ini berdasarkan dari jasa beliau sebagai pengarang yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.

Pada tahun 1933 Sutan Takdir bersama dengan Amir Hamzah dan Armijn Pane mendirikan majalah “Poedjangga Baroe”. Majalah ini membawa corak baru dalam dunia kesusastraan Indonesia. Dalam majalah ini berisikan beberapa tulisan yang mengarah kepada pembaruan ala barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada angkatan Pujangga Baru Sutan Takdir menulis novel, puisi, esai-esai sastra, buku pengetahuan tatabahasa, dan karangan-karangan ilmiah tentang filsafat serta ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Karya-karya yang dihasilkan Sutan Takdir memuat suasana kegembiraan dan optimisme. Karya yang beliau tulis adalah sebagai bentuk dorongan untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju yang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang modern.

Karya-karya dari Sutan Takdir Alisjahbana:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut