Menyikapi Konflik Beragama di Media Sosial
- vstory
Berbicara tentang konflik banyak sekali motif konflik di media sosial dengan berbagai macam latar belakang, seperti konflik beragama yang terjadi pada tahun 2016 tentang kasus penistaan agama oleh Ahok sehingga divonis dua tahun penjara.
Latar belakang kasus ini bermula ketika Ahok melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Seribu Jakarta, pada 27 September 2016 lalu. Di sana dia menggelar dialog bersama beberapa masyarakat setempat, sekaligus menebar 4000 benih ikan. Dalam sebuah video resmi Ahok meminta warga supaya tidak khawatir terhadap kebijakan yang diambil pemerintahannya jika tidak terpilih kembali. Namun dia menyisipkan surah Al-Maidah ayat 51.
Alih-alih, kalimat yang disampaikan menuai polemik. Semua media online bernama media NKRI menyebarkan video tersebut melalui media sosial. Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa video Ahok sebagai penistaan agama karena menyinggung surah Al- Maidah 51 pada saat berbicara di Kepulauan Seribu.
Setelah melakukan kajian, MUI menyebut Ahok memiliki konsekuensi hukum. Fatwa MUI membuat sejumlah umat muslim juga melaporkan Ahok ke polisi. Mereka menganggap Ahok telah melakukan penistaan agama terkait kata- kata yang telah dilontarkan itu. Salah satunya front pembela Islam FPI. Dalam pimpinan Habib Muhammad Riezieq Syihab, FPI merupakan garda terdepan untuk meminta aparat kepolisian memeriksa tuntas kasus tersebut.
Mereka menggelar demo di depan balai kota DKI Jakarta pada 14 Oktober 2016. Karena merasa tidak ditanggapi, mereka lantas mengumumkan akan menggelar demo lanjutan, aksi ini diberi nama demo bela Islam jilid 2 yang telah digelar pada 4 November 2016.
Dalam kasus ini bisa kita lihat bahwa menyebarnya suatu informasi melalui media sosial sehingga menuai berbagai tanggapan, komentar, ataupun pendapat, tentang sebuah kasus tersebut. Sehingga pada akhirnya memicu sebuah konflik dari berbagai pihak.
Konflik beragama yang lain misalkan seperti Sentimen anti Islam di India yang mungkin akhir akhir ini diperbincangkan di media sosial. Sejumlah polemik Sentimen anti Islam menguat di India yang muncul di era pemerintahan Narendra Modi dan sampai saat ini masih menjadi perbincangan.
Terbaru demonstrasi dan kerusuhan terjadi usai dua politisi partainya Bharatiya Janata melontarkan pernyataan menghina agama Islam dengan merendahkan Nabi Muhammad.