Refleksi Diri di Hari Ulang Tahun

Refleksi Diri
Sumber :
  • vstory

VIVA – Refleksi diri dengan memetik hikmah dari peringatan hari ulang tahun untuk hidup lebih bermanfaat dan niatkan hanya untuk ibadah kepada Allah SWT.

img_title Atomy Indonesia Salurkan Donasi Rp 200 Juta untuk Keluarga Dhuafa di Sepanjang 2026

Dan carilah (pahala) di negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan jangan kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh  Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan (QS. Al Qashash-Surat ke 28 dalam Al-Qur’an  ayat 77).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hikmah pertama dari potongan Ayat “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat” adalah bahwa Allah SWT memberi petujuk kepada manusia agar mencari/mengejar kebahagiaan abadi di akhirat yang berupa Surga (Jannatun Naim).

img_title Hari Anak Nasional, BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting

Hidup manusia di dunia ini singkat, sebagaimana dalam ungkapan Jawa yang sarat makna dengan “Urip iku mung mampir ngombe” atau hidup dan kehidupan di dunia hanya sementara dan sangat singkat dengan istilah mampir ngombe nikmatnya minum itu hanya sampai batas tenggorokan, padahal masih harus melalui perjalanan yang panjang untuk mencapai ke titik finish.

Maka filosofi di atas memberikan tuntunan bahwa sehabis kehidupan di dunia masih ada kehidupan yang kekal yaitu di alam akhirat. Dan kehidupan yang ditunggu-tunggu  di akhirat tidak lain adalah Surga Allah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.

img_title PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa

Ada ungkapan yang intinya Hidup di dunia sebagai sawah ladang buat menanam kebaikan yang panennya akan dituai di Akhirat. Pada Ayat sebelumnya menceritakan kisah Qorun (kaum Nabi Musa as, tokoh serakah dan pengejar harta kesenangan dunia, sehingga ia lupa akan kehidupan akhirat yang lebih kekal dan lebih baik dari segala apa yang ada di dunia.

Selanjutnya hikmah kedua dari petikan Ayat “Dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi” adalah sikap tawazun menyeimbangkan antara mencari bekal akhirat dan bekal hidup di dunia. Manusia adalah makhluk yang terbaik dengan potensi dan kompetensi yang berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berbeda beda. Karunia yang diberikan oleh  Allah SWT agar manusia bisa berkarya untuk mencari bekal kehidupan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut