Transformasi Digital Pendidikan Harus Merata

Sumber : pexels.com
Sumber : pexels.com
Sumber :
  • vstory

VIVA – Berkembangnya teknologi digital telah mempengaruhi berbagai banyak sektor kehidupan, salah satunya dalam pendidikan. Pendidikan dengan pengaruh teknologi kemudian mengalami perkembangan bahkan bisa saja mengubah arah dari pendidikan, atau bisa juga tetap dalam pendidikan yang ada tanpa perubahan sistem mendasar namun hanya saja harus siap menghadapi era digital.

Penggunaan teknologi sejatinya bukan menjadi wacana baru dan telah banyak menjadi bahan perbincangan lewat berbagai seminar untuk menopang transformasi digital, ini juga telah banyak dilakukan dalam beberapa tahun terakhir di mana kehidupan manusia juga semakin membutuhkan perkembangan dan penggunaan teknologi ini untuk menopang kebutuhannya.

Dalam pertemuan kesepakatan internasional sebagai tatanan baru ekonomi, yang terjadi pada tingkat menteri 2016 yang diadakan pada tanggal 22-23 Juni di Cancun (Meksiko) yang dihadiri para menteri dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Uni Eropa, dan sejumlah negara lainnya. Pertemuan ini dianggap sebagai tolak ukur gerakan modern menuju transformasi digital masyarakat modern.

Sejalan dengan itu, ini juga merupakan upaya Indonesia menyongsong era industri digital. Semua aspek kehidupan tidak lepas dari sentuhan teknologi. Semua sektor kehidupan, terutama sektor industri, perdagangan, pariwisata, dan sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dan mengadopsi teknologi untuk kemajuan sektor tersebut atau minimal sekadar untuk tetap bisa bertahan eksis di tengah badai efek disruptif (menggangu kemapanan) seperti industri 4.0 yang sangat dahsyat dan masif.

Perkembangan teknologi yang ada, selain memiliki fokus pada hubungan ekonomi digital,  transformasi teknologi juga harus memiliki fokus lain, seperti gerakan digitalisasi pendidikan yang dewasa ini sangat perlu dilakukan untuk mengimbangi kemajuan zaman. Hal ini karena pada dasarnya, sumber daya manusia yang ada harus memiliki keterampilan memadai untuk bisa berpartisipasi dalam ekonomi digital dan kehidupan masyarakat digital.

Digitalisasi pendidikan erat kaitannya dengan pengenalan dan implementasi teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu juga terjadi dengan kemunculan generasi yang sedari kecil sudah melek digital, kompetensi dan keterampilan untuk masuk dalam pasar kerja digital, dan tuntutan untuk melakukan akselerasi pembelajaran di era digital ini menjadi hal yang tak boleh luput dari perhatian.

Sektor pendidikan harus memiliki perkembangan dalam transformasi digital sesuai dengan amanah konstitusi yang tertuang dalam UUD NKRI tahun 1945 Pasal 31 ayat 1 dan 2,  juga dalam UU no. 39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 12 bahwa "setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggung jawab, berakhlak mulia, bahagia dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia".

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.