Desa Kontainer, Tempat Tinggal Warga Miskin Shanghai

Desa kontainer di Shanghai, China
Sumber :
  • Reuters

VIVAnews - Urbanisasi adalah masalah paling sulit diselesaikan. Di Jakarta, banyak pencari kerja dari daerah yang pindah ke kota metropolitan untuk mencari rejeki. Akibatnya banyak penduduk yang terpaksa tinggal di tempat yang tak layak.

Masalah ini pun terjadi di China. Mahalnya harga sewa rumah di kota Shanghai memaksa para penduduk dari desa memilih tinggal di kontainer-kontainer bekas yang sudah tidak terpakai. Dengan membayar sekitar Rp600 ribu per bulan, mereka akhirnya tinggal di rumah-rumah logam di pinggiran kota Shanghai.

Banyak yang menyebutkan rumah-rumah terbuat dari kontainer ini sebagai "Desa Kontainer". Pembuatan rumah logam ini dicetuskan oleh pria berusia 70 tahun. Biasanya penduduk setempat memanggilnya dengan nama 'Orang Tua'.

Pria tua ini merasa kasihan dengan para pendatang yang tak memiliki tempat tinggal. Akhirnya ia mengumpulkan kontainer-kontainer bekas dan merenovasinya dengan menambahkan pintu, jendela, aliran air, dan listrik.

Terpopuler: Ekspresi Wajah Keluarga Mahalini, Gading Marten dan Gisel Dicurigai Rujuk

Desa kontainer di Shanghai, China

Menurut Li Yanxin, seorang penduduk "Desa Kontainer" yang sudah tinggal selama 10 tahun, awalnya orang tua itu membuat tumpukan kontainer sebagai gudang.

"Namun, setelah melihat kami para pendatang terlunta-lunta tanpa rumah, ia memutuskan untuk menyewakan kepada kami sebagai tempat tinggal," Kata Li Yanxin, penduduk asal Provinsi Anhui, dilansir Daily Mail, Kamis 28 Maret 2013.

Banyak warga yang menanyakan bagaimana rasanya tinggal di 'rumah logam' itu. Li Yanxin menjelaskan, wadah besi ini cukup kuat dan rapat, sehingga tak perlu khawatir atapnya akan runtuh dan bocor saat hujan.

"Saya merasa senang tinggal di kontainer ini. Kami telah diselamatkan oleh pria tua itu. Dia telah menyediakan kami tempat tinggal yang cukup nyaman dan aman," ujar Li Yanxin.

Klub Milik Orang Indonesia, Como Resmi Promosi ke Serie A Italia

Selain di pinggiran kota Shanghai, Desa Kontainer juga ada di pinggiran kota Gaoqiao. Khawatir makin menjamurnya Desa Kontainer di daerah pinggiran kota, pemerintah daerah Gaoqiao menyatakan bahwa tinggal di Desa Kontainer sangat berbahaya bagi penduduk. (ren)

Desa kontainer di Shanghai, China

Bikin Istri dan Pacar Senang, Ini Pilihan Mobil Baru Buat Gaji UMR
Ilustrasi selingkuh

Terpopuler: Kebiasaan Orang Selingkuh di Malam Hari, Potret Mahalini-Rizky Febian saat Akad Nikah

Ramalan zodiak, potret Rizky Febian-Mahalini pakai adat Sunda saat akad nikah hingga manfaat olahraga untuk mencegah berbagai penyakit juga tak kalah dilirik pembaca.

img_title
VIVA.co.id
11 Mei 2024