INDEPTH > SOROT
Jumat, 13 November 2009 18:09 WIB

Menanti Keputusan Istana

Oleh : Arry Anggadha, Bayu Galih, Yudho Rahardjo

VIVAnews – TEGANG raut muka Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Hendarman Supanji saat keluar dari Kantor Presiden, Senin 9 November 2009. Mereka baru saja menghadap Presiden untuk membahas perkembangan kasus KPK.

Kapolri yang malam itu menggunakan jaket warna hitam berjalan cepat untuk menghindari wartawan. Rekannya, Jaksa Agung, idem dito. Saat ditanya apakah apakah kabarnya baik-baik saja usai bertemu Presiden, Hendarman dengan ketus balik bertanya, "Kenapa Anda tanya seperti itu?"

Pertemuan yang baru dihadiri kedua pemimpin lembaga penegak hukum itu—yang citranya kini sedang compang-camping—memang cukup krusial. Presiden baru mendapat laporan dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto tentang rekomendasi sementara dari Tim Delapan. Laporan disampaikan Djoko sekitar pukul 21.00 WIB. Sekitar satu jam Djoko melapor, Kapolri dan Jaksa Agung ikut bergabung. Rapat berlangsung tertutup, hanya diikuti keempat pejabat Republik itu.  

Usai pertemuan, hanya Djoko yang memberi penjelasan pers. Menurutnya, Presiden SBY berharap agar Kapolri dan Jaksa Agung mempertimbangkan rekomendasi Tim Delapan.
 

Halaman