Ikan Ini Bisa Hidup di Darat Sampai 2 Bulan

Ikan mangrove rivulus
Sumber :
  • comparativephys.ca
VIVAnews - Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Wake Forest University, Amerika Serikat, menemukan bahwa ikan mangrove rivulus
mampu bertahan hidup di darat selama dua bulan.

Ikan tersebut merupakan ikan hermaprodit—memiliki dua jenis kelamin, jantan dan betina—yang biasanya hidup di rawa-rawa tropis, di Florida dan Brazil,
Live Science
melansir
,
Rabu 10 Juli 2013.


Ikan yang berpenampilan aneh ini memiliki ukuran yang kecil. Panjangnya hanya sekitar 75 milimeter. Namun, kemampuan ikan ini sangat luar biasa, tak hanya hidup di air, ikan ini juga bisa hidup di darat.


Pada penelitian tahun 2007 silam, para ilmuwan menemukan ikan mangrove rivulus mampu hidup di darat selama 66 hari. Ikan itu hanya diam meringkuk di atas pohon-pohon bakau.


Untuk mengetahui sebab-musabab, asal-muasal kemampuan super ikan itu, tim peneliti pun mulai merekam aktivitas ikan tersebut selama berada di daratan.


"Setelah diamati, ikan mangrove rivulus mengubah fungsi insangnya selama di darat, dan bernapas melalui kulit," kata Benjamin Perlman, pemimpin penelitian.


"Kemampuan ikan itu hidup di darat juga dipengaruhi oleh kekuatan ekornya yang dapat membuat tubuh ikan itu melompat-melompat di daratan," tambahnya.


Perlman menjelaskan, ekor mangrove rivulus memiliki kekuatan untuk memindahkan tubuh ikan dari air ke darat. Setelah jatuh di darat, ikan itu akan meringkuk menyerupai huruf C. Kemudian ekornya bergerak-gerak untuk membantu tubuh ikan itu berpindah tempat.



"Selain untuk memindahkan tubuh ke daratan, ekornya juga berfungsi untuk mengarahkan lompatan pada saat memburu mangsa, seperti serangga kecil dan jangkrik," ujar Perlman.


Kemampuan melompat itu juga menjadi kunci ikan mangrove rivulus bertahan hidup di darat. Ikan itu dapat berpindah dari lingkungan yang minim oksigen ke lingkungan yang memiliki kandungan hidrogen sulfida yang tinggi.


Hasil dari rekaman video penelitian itu telah diterbitkan di laman
Society for Experimental Biology
pada minggu lalu.