Siapa Pesaing Potensial Jokowi dari Tokoh Non-Parpol?

Ali Masykur Kunjungi VIVA.co.id
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVAnews - Selain beberapa tokoh dari kalangan partai politik, survei lembaga Political Communication Intitute (Polcomm Institute) juga merilis tokoh non parpol yang bisa jadi pesaing Joko Widodo dalam bursa capres 2014. 

Hasil survei bertema 'Mencari Pesaing Jokowi' yang dirilis Polcomm pada  Minggu, 2 Febuari 2014, menunjukkan fakta menarik. Dari tokoh non parpol yang dinilai responden mampu bersaing dengan Jokowi didominasi oleh peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, nama Dahlan Iskan menjadi pesaing utama Jokowi dengan mendapatkan suara 18,7 persen. Diikuti Irman Gusman (11,9 persen), Ali Masykur Musa (11,2 persen), Mahfud MD (10,3 persen) dan Gita Wirjawan (8,7 persen). 

Diluar lima besar pesaing itu yakni Anies Baswedan (5,6 persen), Dino Pati Djalal (2,1 persen), Rizal Ramli (1,5 persen) dan Rhoma Irama (1,3 persen).

Dari sisi tingkat popularitas dan elektabilitas, Dahlan Iskan masing-masing 16,2 persen dan 11,2 persen. Irman Gusman (6,1 persen dan 10,2 persen), Ali Masykur Musa (12,1 persen dan 10,1 persen), Mahfud MD (13,2 persen dan 9,4 persen) dan Gita Wirjawan (10,2 persen dan 7,2 persen). 

"Menariknya, tingkat elektabilitas Ali Masykur Musa mengungguli Mahfud MD," ujar Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto dalam pemaparan hasil survei di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Heri mengatakan responden menyoroti sepak terjang Dahlan yang tampil sederhana dan cuek serta sering melakukan hal-hal di luar dugaan, misalnya membuka pintu tol. 

Responden menilai figur Ali Masykur Musa memiliki dukungan kaum Nahdliyin dan Gusdurian serta lintas agama. Sementara itu Mahfud MD dikenal sukses memimpin Mahkaman konstitusi. Adapun Gita Wirjawan dikenal figur yang mirip dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Kategori tokoh non parpol saat disurvei dilaksanakan tidak aktif di partai politik.

Survei ini dilaksanakan dengan dua tahap. Pertama riset analisis konten untuk menjaring nama kandidat pemimpin nasional yang benar-benar diwacanakan media massa nasional sebagai capres dan cawapres. Heri mengatakan media massa yang diriset yakni 22 media dengan rincian 6 media cetak, 10 media televisi dan 6 media online. 

Tahap kedua, survei memilih calon pemimpin alternatif 2014 yang potensial untuk bersaing dengan Jokowi. Nama pemimpin yang terjaring kemudian ditanyakan dalam survei dengan teknik wawancara langsung. 

Survei dilakukan 2-25 Januari 2014 di 33 Provinsi dengan jumlah 1200 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.