Twitter Disarankan Segera Dijual agar Tak Seburuk Yahoo

Spanduk logo Twitter di depan Bursa Efek New York
Sumber :
  • REUTERS/Lucas Jackson

VIVA.co.id – Twitter sedang mengalami perjalanan berat akhir-akhir ini. Untuk itu, para analis mengungkapkan agar media sosial berlogo burung itu segera menjualnya. Sebab bila tidak demikian, maka nasibnya akan sama dengan yang dialami oleh Yahoo saat ini.

Twitter merupakan salah satu perusahaan yang sangat berpengaruh di dalam industri teknologi dan tiga tahun yang lalu, Twitter telah melantai di bursa dengan penawaran saham perdana atau IPO. Dikutip dari Business Insider, Senin, 26 September 2016, apa yang terjadi di Twitter sekarang hampir serupa dengan yang dirasakan Yahoo.

Para pemangku kebijakan perusahaan teknologi tengah berjuang untuk menghadapi masa depan internet dan saat ini mereka tengah krisis identitas, sehingga strategi untuk pertumbuhannya dipertanyakan.

Business Insider mengambil contoh Yahoo. Di masa lalu, Yahoo tidak segera menjual perusahaannya dan dampaknya sekarang, Yahoo mengalami stagnasi selama satu dekade, tidak ada kemajuan berarti. 

Padahal menurut kolomnis teknologi, Kara Swisher, mengatakan Yahoo pernah memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$125 miliar. Tapi, sekarang Yahoo setuju dibeli oleh Verizon dengan mahar sekitar US$4,8 miliar.

Bahkan, delapan tahun sebelumnya, Yahoo sempat ditawarkan untuk dibeli oleh Microsoft sebesar US$48 miliar. Lagi-lagi, ketika itu pimpinan Yahoo tetap dengan pendirian untuk tak menjual perusahaan itu.

Twitter pun dilanda perjudian antara menjual atau mempertimbangkannya dengan restrukturisasi perusahaan, melalui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada para karyawan. Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri Twitter, Jack Dorsey, belum mengambil kebijakan yang menyangkut perusahaannya.

Meski banyak masalah yang melanda seperti penggunanya yang mengalami pertumbuhan tidak signifikan dibandingkan pesaingnya. namun Twitter masih menjadi aset berharga bagi sebagian kalangan. Misalnya untuk keperluan promosi, berita, informasi selebriti, hingga dimanfaatkan para politikus.

(ren)