Teliti Bakteri Tahan Antibiotik, BPPT Gandeng Finlandia

Ilustrasi bakteri / Pneumonia
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  bekerja sama dengan University of Helsinki, Finlandia memecahkan masalah resistensi antibiotik. Masalah resistensi antibiotik menjadi problem utama kesehatan di seluruh negara. 

Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Kedeputian Agroindustri dan Bioteknologi BPPT akan melakukan kerja sama ini selama lima tahun. Ujung dari kolaborasi ini adalah adanya data kuantitatif terkait cemaran antibiotik dan gen mikroba yang bertanggung jawab terhadap resistensi antibiotik. 

"Setelah kita punya data, bagaimana langkah selanjutnya supaya resisten bisa dihindari. Bisa diketahui DNA-nya dari mana. Menemukan obat apa yg dibutuhkan Indonesia," ujar Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Imama Paryanto kepada VIVA.co.id saat kick off meeting BPPT dan University of Helsinki, di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa 11 Oktober 2016.

Imam menjelaskan, kerja sama BPPT dan University of Helsinki dalam praktiknya akan mengambil sampel air limbah usaha peternakan, instalasi rumah sakit dan usaha budidaya perikanan. Imam mengatakan, di dalam limbah tersebut banyak jenis bakteri yang bisa diteliti. 

Setelah dikumpulkan berbagai jenis bakteri, maka dikelompokkan bakteri mana yang sudah resisten antibiotik. Kemudian, setelah itu dikelompokkan juga DNA yang bertanggung jawab pada masing-masing bakteri yang telah resisten. 

Diketahui, bakteri bisa menjadi resisten karena setelah beberapa kali dicoba diobati berbagai jenis antibiotik, membuat bakteri tersebut mengubah struktur DNA. Nah, karena itulah si bakteri ini bisa mempertahankan dirinya dari antibiotik.

Maka dari itu, Imam menyimpulkan, perlu adanya pengelompokan jenis bakteri dan DNA yang bertanggung jawab membuatnya menjadi resisten terhadap antibiotik. 

Data laporan Kementerian Kesehatan menunjukkan, telah terjadi resistensi mikroba Staphilococcus aerus (SA), Streprococcus pneumoniae (SP)  dan Eshericia coli (EC) terhadap beberapa jenis antibiotik di fasilitas rumah sakit. 

Dalam kerja sama ini, universitas lain yang dilibatkan adalah Michigan State University (Amerika Serikat) yang akan menganalisis dan memetakan secara kuantitatif gen pengode resistensi antibiotik. Selain itu, Ehime University, Jepang dan Pusat Studi Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait kegiatan pengumpulan sampel di lapangan. 

Sebagai informasi, dalam kerja sama ini, Finlandia mengucurkan dana sebesar 400 juta Euro untuk proyek bersama BPPT. 

(mus)