Empat Alasan Harus Berhemat di Awal 2017

Menghitung anggaran keuangan
Sumber :
  • http://telegraph.co.uk

VIVA.co.id – Bagi sebagian orang, berhemat itu mungkin sulit dilakukan, bahkan dianggap mengurangi kebebasan untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang terdekat atau keluarga. Apalagi jika dia memiliki penghasilan yang terbilang tinggi, di atas penghasilan kebanyakan orang. 

Dengan penghasilan yang besar, dia berpikir bisa mendapatkan hampir semua kebutuhannya. Pandangan seperti itu mungkin tidak salah untuk saat ini, karena masih bisa dipenuhi dengan penghasilan sekarang. Hanya saja, jika dilihat dari kebutuhan keuangan di masa mendatang, pandangan seperti itu dinilai tidak tepat. 

Sebab, setiap orang perlu menyiapkan kebutuhan diri dan keluarganya di masa mendatang serta kebutuhan mendadak. Seperti memenuhi biaya pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan mengembangkan aset. 

Cara untuk memenuhinya, tak lain dengan menabung dan berinvestasi dari setiap penghasilannya serta mengurangi pos belanja lainnya.  

"Saat itulah diperlukan strategi berhemat, apalagi di awal tahun ini terjadi kenaikan tarif listrik, sehingga perlu menghemat pengeluaran," ujar Managing Director Halomoney.co.id, Jay Broekman, dikutip dari keterangan resminya, Jumat 20 Januari 2017.

Contohnya Jahja Setiaatmadja, direktur utama BCA, yang bahkan telah menerapkan strategi berhemat dari penghasilannya sejak belum jadi apa-apa di BCA, hingga menjadi orang nomor satu di bank tersebut. Jahja menahan belanja dan investasi demi melunasi cicilan rumah.
 
Sekarang pun, meski telah menjadi orang nomor satu di BCA, Jahja tetap mengatur penghasilannya dengan ketat. Dia masih membeli properti dengan memakai fasilitas kredit ketimbang membeli secara tunai. 

“Jangan pernah mengalami besar pasak daripada tiang,” begitu pesan dari Jahja, saat bertemu Halomoney.co.id beberapa waktu lalu. 

Ada banyak alasan mengapa berhemat itu perlu dilakukan oleh setiap orang dewasa yang memiliki penghasilan, apalagi jika telah memiliki tanggung jawab keluarga. Ini empat alasan moneysavers perlu berhemat sejak awal tahun ini!

1. Harga-harga mulai naik di awal Januari 2017

Kenaikan terjadi pada tarif listrik dan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax. Kenaikan tarif listrik dialami para pelanggan listrik 900 VA. Mulai 1 Januari 2017, pemerintah resmi mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, yaitu dari tarif semula sebesar Rp605 per kWh menjadi Rp791 per kWh. Berarti terjadi kenaikan tarif sampai 30,7 persen. Ini merupakan kenaikan tahap pertama. 

2. Memenuhi kebutuhan masa depan

Banyak dari kita masih berpikir bahwa penghasilan hari ini harus dihabiskan asal untuk orang-orang tercinta. Akibatnya mereka mudah menghabiskan uang untuk hal yang sebenarnya kurang perlu bagi kehidupan. Seperti mengikuti mode, akhirnya membeli baju dengan harga fantastis, nongkrong di kafe yang bisa menghabiskan uang, atau melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Padahal, kebutuhan di masa mendatang akan terus bertambah. Sebab, itu penting bagi Anda untuk menyiapkan kebutuhan di masa mendatang pada hari ini. Seperti menikah, memiliki rumah, menyiapkan tabungan pendidikan, menyisihkan dana untuk pensiun, dan seterusnya. 

Berhemat adalah salah satu cara kita untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan. Dari penghematan itu, Anda menyiapkan dana untuk tabungan, lalu diinvestasikan, agar bisa memenuhi kebutuhan Anda di masa mendatang. Jika sekadar berhemat dan menabung, tentu tidak akan menutup kebutuhan masa depan Anda. 

3. Ingin memberi hadiah

Berhemat juga bisa dilakukan dengan alasan memberi hadiah. Hadiah kepada orang tua, istri, anak atau orang-orang yang kita hormati dan telah menolong kita. Bentuknya bisa berupa barang atau hadiah lainnya seperti pergi liburan bersama, umrah atau haji. Sisihkan penghasilan Anda untuk memberikan hadiah yang paling berharga bagi mereka.

4. Memiliki hal baru

Setiap orang, apalagi yang telah dewasa dan memiliki penghasilan, tentu ingin memiliki sesuatu yang baru pada tahun berjalan atau pada tahun berikutnya. Misalnya pindah rumah, membeli kendaraan baru, memiliki laptop, dan seterusnya. Anda akan memerlukan banyak uang untuk memenuhi rencana tersebut. 

Setidaknya Anda akan mencicil untuk memiliki hal baru tersebut. Agar bisa membayar cicilan secara rutin hingga lunas, Anda tentu akan melakukan penghematan terhadap pengeluaran yang tidak perlu setiap bulan. Tanpa berhemat, penghasilan akan habis begitu saja dan meninggalkan cicilan yang tak terbayar.

Lantas apa saja yang bisa dihemat? Tenang, moneysaver!

Banyak yang bisa Anda hemat dari sekeliling dan kebiasaan yang selama ini dilakukan. Seperti hemat dalam belanja, hemat dalam jalan-jalan atau wisata, hemat dalam dining, berhemat saat ada di rumah, berhemat saat ada di kantor, hingga berhemat melalui kartu kredit. (art)