Usia Tepat Kenalkan Anak Tentang Bahasa

Ilustrasi anak belajar.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Di jaman persaingan global saat ini, sejumlah tantangan akan dihadapi oleh anak-anak generasi sekarang. Mereka akan dihadapkan tak hanya dengan persaingan kemampuan dalam akademis namun juga kemahiran dalam berbahasa asing.

Bahasa asing salah satunya bahasa Inggris menjadi penting untuk modal anak-anak yang harus dipersiapkan oleh banyak orangtua. Juli Simatupang selaku Director of Corporate Affairs EF Indonesia mengatakan anak pada usia dini bisa menerima dan mengerti bahasa lebih cepat.

"Anak pada usia dini dapat menerima dan mengerti bahasa dua kali lebih cepat dari kemampuan mereka untuk mengucapkannya atau berbicara. Oleh karena itu, masa ini merupakan masa yang perlu dimanfaatkan sebagai masa untuk mengajarkan bahasa Inggris selain bahasa ibu mereka," ucap Juli kepada VIVA.co.id.

Juli mengungkapkan bahwa usia 3 sampai 6 tahun, waktu yang paling tepat bagi anak menangkap hal-hal baru, seperti pengenalan bahasa.

"Penting sekali. Untuk usia 3 sampai 6 tahun usia paling baik untuk mengajarkan bahasa ya salah satunya Bahasa Inggris," tulis Juli.

Diungkapkan mengenalkan bahasa Inggris sejak usia dini juga dapat memberikan manfaat tambahan lainnya, yaitu terbentuknya aksen alami dalam berbahasa, proses belajar yang menyenangkan, serta keberanian dan rasa percaya diri yang besar untuk mempelajari hal baru.

"Bisa dengan games (permainan), story telling, menyanyi, flashcard dan pupets," ucap Juli.

Sementara itu, Juli juga memaparkan kegiatan EF yang baru-baru ini tengah digiatkan yakni berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Mengajar. EF mengirimkan tenaga pengajar muda di bawah naungan Indonesia Mengajar ke pulau Natuna, Riau.

“Kami berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan pendidikan dan kemampuan Bahasa Inggris, pada khususnya. Tidak hanya di kota besar, namun sampai ke pelosok negeri. Dan, melalui Indonesia Mengajar, impian kami untuk berkontribusi membangun pendidikan negeri hingga ke pelosok dapat tercapai karena pendidikan yang layak adalah hak setiap individu,” ujar Juli.