Suami Bella Saphira Jadi Komut, Dana Amin Jabat Dirut Antam

Mayjen Agus Surya Bakti dan Bella Saphira
Sumber :
  • instagram.com/bellasaphiraofficial

VIVA – Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Aneka Tambang (Antam) mengesahkan susunan baru Direksi dan Komisaris perusa. Ada tiga direksi baru dan perubahan posisi komisaris utama Antam. 

"Hari ini, ada beberapa perubahan pengurus," kata Direktur Niaga Antam Apriliandi Hidayat usai RUPSLB Antam di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019, dikutip dari VIVAnews.

Jabatan Fachrul Razi yang sebelumnya komut Antam digantikan oleh Agus Surya Bakti. Agus menggantikan Fachrul yang diangkat menjadi menteri agama dalam Kabinet Indonesia Maju.

Sementara tiga direksi baru, yakni Direktur Utama Arie Prabowo Ariotedjo yang digantikan Dana Amin, Direktur Keuangan yang sebelumnya Dimas Wikan Pramudhito digantikan Anton Herdianto dan Direktur Pengembangan Usaha yang awalnya dijabat Sutrisno S. Tatetdagat digantikan oleh Risono.

Adapun susunan dewan komisaris Antam, yakni: Agus Surya Bakti sebagai komisaris utama, Gumilar Rusliwa Somantri dan Anang Sri Kusuwardono sebagai komisaris independen, serta anggota komisaris Zaelani, Dadan Kusdiana, dan Arif Baharudin.

Sedangkan susunan direksi baru Antam, yaitu: Direktur Utama Dana Amin, Direktur Operasi dan Produksi Hartono, Direktur Niaga Apriliandi Hidayat, Direktur SDM Luki Setiawan, Direktur Keuangan Anton Herdianto, dan Direktur Pengembangan Usaha Risono. 

Komut Antam

Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Surya Bakti merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1984. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga kelahiran Langkat, Sumatera Utara pada 17 Agustus 2019 lalu ini sebagai Sesmenko Polhukam. 

Agus termasuk dalam tim yang menangkap gembong ternama asal Timor Leste Xanana Gusmao pada tahun 1992. Karena itu, akhirnya dia diberi kenaikan pangkat luar biasa dari letnan Satu (Lettu) menjadi kapten. Setelah itu, dia mulai banyak mendapat tugas untuk melakukan operasi intelijen di sejumlah daerah rawan konflik, seperti Timor leste, Aceh, Papua, Ambon, dan Poso. 

Kemudian pada 2012, dia menjabat sebagai Deputi I bidang Pencegahan dan Deradikalisasi di BNPT. Pada 28 Oktober 2015, dia menjadi Panglima Kodam VII/Wirabuana. 

Dirut Antam

Lulusan ITB dan Universitas du Havre, Prancis ini sebelumnya memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan. Dia pernah menjabat General Manager Operation di perusahaan logistik asal Denmark Maersk Line Indonesia. Setelah itu, menjadi Direktur di perusahaan logistik PT Mitra Capital Investama. 

Pada 2012, dia memulai kariernya di BUMN. Dana menjadi Direktur Operasional PT Pelindo Indonesia. Kemudian ada era Menteri BUMN Rini Soemarno, dia dipercaya menjadi Direktur Project Management Office Holding BUMN Maritim sampai akhirnya ditunjuk sebagai Bos Antam.