Bergengsinya Profesi Penerjemah di China

Charles Qin (tengah) dikenal sebagai salah satu penerjemah top Australia.
Sumber :
  • abc

Charles Qin begitu paham tentang tekanan dari menjadi sosok yang berada di tengah. Ia adalah salah satu penerjemah top Australia, yang menjadi perantara untuk menerjemahkan diskusi sensitif bagi empat Perdana Menteri Australia di China.

"Ini adalah pekerjaan yang sangat bertekanan tinggi - jika seorang pemimpin membahas topik yang sangat sensitif dan mereka tidak mengungkapkannya kepada Anda [sebelumnya], Anda harus mendengarkan dengan sangat hati-hati," kata Qin.

Ia telah mengetahui rahasia diskusi tingkat tinggi dengan beberapa orang terkuat di dunia - di mana kesuksesan bisa bergantung pada pilihan kata-kata.

"Kita semua tahu mantan Perdana Menteri Kevin Rudd berbicara bahasa China, dan ia punya pilihan kata-kata sendiri, jadi jika istilah yang saya pakai bukanlah kata yang ia pikirkan, ia akan kembali ke bagian itu terus," kata Qin.

Para Perdana Menteri Australia yang berkunjung ke China diketahui sering memakai jasa penerjemah lokal di tempat.

Barnaby Joyce sempat menyebabkan kebingungan pada saat pertemuan bisnis di Beijing pada tahun 2015 ketika ia terus merujuk pada istilah "battered savs" (semacam gorengan sosis).

Charles Qin (kiri) telah menerjemahkan diskusi bagi 4 Perdana Menteri Australia di China.

Supplied: Chin Communications

Penerjemah akhirnya menerjemahkan hal itu sebagai hot dog.

"Dalam ilmu penerjemahan, ada satu trik yang mereka ajarkan kepada Anda - jika Anda mendengar lelucon yang tak bisa anda terjemahkan, Anda sampaikan, "pembicara baru saja melontarkan lelucon, harap tertawa"," kata Rex Chen, seorang penerjemah yang berbasis di Beijing.

Pekerjaan Bergengsi

Di China, penerjemah cenderung memiliki gengsi yang lebih tinggi dibanding sebagian besar negara lain karena mereka hadir di semua peristiwa politik utama dan setiap kali seorang pemimpin China bertemu dengan seorang pejabat asing.

Akibatnya, beberapa dari mereka memiliki banyak pengikut di antara puluhan juta siswa bahasa Inggris di negara itu.

Rex Cheb (kedua dari kiri) dalam sebuah tugas menerjemahkan untuk Andrew Robb (kiri).

Supplied

Zhang Lu, penerjemah untuk Perdana Menteri Li Keqiang, dipuji secara daring oleh para penggemar karena terjemahannya yang indah tentang idiom-idiom Tiongkok, meskipun diyakini mereka seringkali sudah melakukan persiapan ketimbang menerjemahkan di tempat secara cepat.

"Ada beberapa mistik yang terkait dengan kemampuan untuk menyampaikan pesan dalam bahasa lain ini," kata Chen.

"Masyarakat ingin menjadi itu."

Pemerintah Australia telah lama berharap untuk mendorong pembelajaran bahasa Asia, tetapi tokoh politisi dan bisnis yang sering bepergian masih bergantung pada penerjemah yang terlibat secara lokal untuk menyampaikan pesan mereka ketika berada di China.

"Orang-orang dari negara lain bisa berbicara bahasa ibu mereka sendiri, mereka bisa berbicara bahasa Inggris, tetapi menjadi penerjemah yang baik dibutuhkan lebih dari sekedar berbicara dua bahasa," kata Qin.

Dengan begitu banyak nuansa dan konteks budaya yang terlibat, sebutnya, merupakan hal yang lebih penting agar orang Australia bisa berbicara untuk para pemimpin mereka demi memastikan pesan yang mereka buat dengan hati-hati tidak hilang dalam terjemahan.

Kevin Rudd akan mengulang kata yang sama ketika Charles Qin (tengah) menggunakan kata yang tak sesuai dengan kemauannya.

Supplied: Qin Communications

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.