Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Profesor Indonesia Penyabet Gelar Dosen Terbaik di Universitas Jerman

Sabtu, 19 September 2020 | 06:10 WIB
Foto :
  • dw
privat

“Ada yang introver, ada yang kritis dan sering menyampaikan pendapat, ada yang lelet, ada yang nakal, suka bolos, atau datang sebentar lalu cabut,” demikian Prof. Dr. -Ing. Hendro Wicaksono, yang tahun ini menyabet gelar dosen terbaik Universitas Jacobs, Bremen, Jerman saat menceritakan ratusan mahasiswa yang diajarnya. Mahasiswa-mahasiswa itu berasal dari lima benua, yang budayanya beda-beda. Mereka punya nilai-nilai dan informasi dari negara masing-masing yang bisa dibagi. Jadi saya belajar banyak dari situ,“ tambahnya.

Sebagaimana mahasiswa di belahan dunia lainnya, ada saja mahasiswa internasionalnya pun yang nekat menyontek saat ujian. Mereka yang menyontek tentu langsung dinyatakan tidak lulus ujian. “Mata kuliah saya itu terkenal agak susah isinya, karena di teknik industri kan biasanya orang-orangnya lebih generalis.

Baca Juga

Sedangkan latar belakang saya informatika, jadi mata kuliah yang saya ajar banyak hubungannya dengan matematika atau programming. Tapi, saya berusaha supaya mereka tertarik, dan ternyata saya dapat feedback positif. Umpan balik positif itu bukan berarti saya memberi nilainya gampang memberi nilai bagus, melainkan konten dan inspirasinya penting bagi mereka,“ tutur Hendro.

Inspirasi! Inilah salah satu kriteria, selain kualitas mengajar, yang membuatnya terpilih jadi dosen terbaik di universitas internasional di Bremen, berdasarkan umpan balik dari mahasiswa. Hendro dinilai sangat bagus dalam memotivasi dan memberikan inspirasi kepada mahasiswa supaya tertarik untuk belajar lebih dari yang disampaikan oleh dosen. Lebih jauh lagi, inspirasi tersebut membuat mahasiswa tertarik memilih jalur karier yang ada hubungannya dengan materi yang diajarkan.

Hendro merasa beruntung bisa mengajar di perguruan tinggi di Jerman yang menganut kebebasan bagi dosen untuk mengajar dan melakukan penelitian. "Saya kadang-kadang mengoneksikan konten yang diajarkan dengan konteks Indonesia. Jadi misalnya saya mengajar smart city, itu saya koneksikan aplikasinya dengan konteks Indonesia. Mahasiswa dari Cina, dari India dari Eropa dapat juga saling berdiskusi, bagaimana perkembangan smart city di masing-masing negara. Jadi terjadi diskusi menarik di dalam kelas,“ papar Hendro.

Mulai dari kecerdasan buatan hingga kota pintar

Sejak tahun 2010 Hendro sudah aktif berkecimpung dalam kegiatan penelitian dengan bekerjasama dengan berbagai organisasi di Jerman, Uni Eropa, dan juga Indonesia. Tema penelitiannya berkisar pada manajemen data, manajemen pengetahuan dan kecerdasan buatan, beserta aplikasinya untuk tata kola penggunaan energi, optimasi proses di industri dan rantai pasok, termasuk juga smart city.

Penelitian yang dilakukannya mulai dari tingkat penelitian dan pengembangan, sampai tingkat inovasi. “Hingga saat ini saya dan tim berhasil mendapatkan dana hibah penelitian dengan jumlah total sekital tiga juta euro,” ungkap Hendro yang merupakan lulusan S3 dari bidang informatika untuk teknologi mesin, di Karlsruher Institut für Technologie, Jerman, sebuah jurusan yang menurutnya belum ada di Indonesia.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler