Kisah Perjodohan Berbasis DNA, Membantu Temukan Pasangan Ideal

BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc
 

Ini jelas bukan rumus jatuh cinta karena pandangan pertama. Ini adalah upaya menjalin hubungan asmara yang didasarkan pada hasil analisis DNA.

Dan makin banyak pasangan yang menggantungkan pada hasil analisis ini, untuk memutuskan apakah hubungan yang tengah dijalin layak diteruskan ke tahap yang lebih serius.

BBC berbicara dengan beberapa pasangan yang menuturkan bagaimana sains -- lebih tepatnya analisis DNA -- membantu mereka untuk makin mantap membina hubungan, dan bahkan menjadi salah faktor penentu yang membuat mereka akhirnya menikah.

`Mengubah jalan hidup`

Cheiko Mitsui
Cheiko Mitsui mengatakan dirinya mencoba bertahun-tahun untuk menemukan pasangan yang cocok.

Cheiko Mitsui sudah mencoba mencari pasangan selama hampir sepuluh tahun ketika menemukan perjodohan berbasis DNA.

Perempuan berusia 45 tahun dari Kota Hakodate di Hokkaido, Jepang, ini bercerai pada usia 35, dan mulai merasa tak ada lelaki yang mau menjalin hubungan dengannya.

Segala upaya sudah ia tempuh: cari calon melalui koneksi pertemanan, hadir di pesta-pesta, hingga mendaftarkan diri ke biro jodoh.

"Tak ada yang cocok," kata Mitsui.

Hingga kemudian ia bertemu dengan Cheiko Date, yang mengklaim sudah berhasil menemukan pasangan bagi 700 klien dalam karier 20 tahun sebagai comblang.

Apa kunci suksesnya? Date mengatakan kuncinya adalah memanfaatkan produk perusahaan Swiss, GenePartner, yang menggunakan DNA untuk membantu seseorang menemukan pasangan yang cocok.

Dr Tamara Brown, salah satu pendiri GenePartner mengatakan jodoh "ditentukan oleh dua faktor, yaitu kesamaan kimiawi dan kompatibilitas sosial".

"Agar hubungan bisa langgeng, dua faktor itu harus cocok," kata Brown.

GenePartner
Contoh hasil tes kecocokan genetik yang dilakukan GenePartner antara seorang laki-laki dan perempuan.

Proses menemukan jodoh diawali dengan tes usap dan kemudian gen-gen antigen leukosit (HLA) milik klien dianalisis.

Brown menjelaskan, HLA adalah gen yang penting bagi sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak seseorang memiliki HLA, semakin baik respons imunnya.

Mamalia mengenali HLA ini karena mereka ingin mendapatkan bayi yang tahan terhadap penyakit. "Jadi, prinsipnya sebenarnya sederhana ... dan ini penting karena dengan begitu, spesies ini bisa bbertahan hidup," kata Brown.