Pengiriman TKI ke Suriah Masih Terus Terjadi

Dubes RI untuk Suriah menjenguk WNI yang berada di Aleppo.
Sumber :
  • KBRI Suriah.

VIVA.co.id – Sebelum krisis di negara Suriah, Aleppo adalah kota kedua terbesar di Suriah setelah Damaskus dan  dipenuhi dengan konsulat berbagai negara. Meski saat ini Aleppo dan Suriah berada dalam kondisi perang, namun ternyata pengiriman TKI masih terus terjadi.

Indonesia adalah satu-satunya perwakilan asing yang masih mempertahankan kantor cabang konsuler di Aleppo mengingat masih banyaknya TKI yang terkepung di wilayah Aleppo karena majikan yang bermasalah, dan kemampuan Satgas Perlindungan KBRI Damaskus yang sulit menjangkau Aleppo.

Ketika mengunjungi Aleppo pekan lalu, Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, menengok Kantor Cabang Konsuler di daerah Fransiskan, Aleppo, dan mengadakan sosialisasi dengan WNI di shelter. Sebanyak tujuh orang TKI masih diperjuangkan hak-haknya oleh pengacara retainer KBRI Damaskus.

Pada sosialisasi WNI, Dubes RI menyampaikan bahwa Kantor Cabang Konsuler dan shelter Aleppo merupakan kepanjangan tangan/perwakilan dari KBRI Damaskus guna melindungi seluruh WNI di tengah gejolak konflik Suriah.

“Saya ini adalah Bapak kalian, keselamatan kalian di sini adalah tanggung jawab saya. Pengiriman TKI ke seluruh wilayah Timur Tengah telah ditutup dan dilarang untuk kembali lagi ke Suriah setelah direpatriasi oleh KBRI Damaskus," kata Dubes Djoko seperti dalam keterangan resmi yang diterima VIVA.co.id dari KBRI Damaskus.

Di sela-sela kunjungan kerja, Pejabat Konsuler, AM. Sidqi, bertemu dengan Kepala Imigrasi Aleppo untuk menyelesaikan permasalahan TKI Suryati Bt Amsari, yang selama ini tak selesai karena ditahan oleh majikannya selama 10 tahun tidak dilepas pulang. Setelah melakukan lobi cukup panjang, Kantor Imigrasi Aleppo langsung mengirim surat kepada Kantor Kepolisian untuk memaksa majikan Suryati segera menyerahkannya ke Kantor Cabang Konsuler Aleppo.

Sejak 2012 hingga saat ini, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.410 WNI dari Suriah kembali ke Indonesia dalam 275 gelombang. TKI dari Aleppo dan seluruh wilayah Suriah akan diantarkan ke Damaskus untuk diproses kepulangannya ke Indonesia. Namun demikian, repatriasi WNI Suriah belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.

“Setidaknya terdapat dua alasan mengapa repatriasi WNI Suriah seolah tidak berujung. Yang pertama adalah TKI korban perdagangan orang masih tetap dikirim ke Suriah kendati Suriah dalam kondisi berbahaya,” kata Sidqi.

Alasan yang kedua adalah pemerintah Suriah masih tetap memasukkan Indonesia pada daftar pengirim TKI ke Suriah. Dengan demikian visa pekerja TKI masih tetap diberikan meskipun sosialiasi penghentian pengiriman TKI ke Timteng dan tindakan diplomatik (demarche) sudah sering sekali dilakukan terus menerus oleh KBRI Damaskus ke Pemerintah Suriah.