Ivanka Resmi Jadi Penasihat Ayahnya, Trump

Ivanka Trump saat menemani ayahnya, Presiden Donald Trump, dalam sebuah acara.
Sumber :
  • Reuters/Jonathan Ernst

VIVA.co.id – Ivanka Trump secara resmi akan menemani suaminya, Jared Kushner, menjadi penasihat senior Donald Trump. Gedung Putih mengumumkan hal tersebut pada Rabu, 29 Maret 2017.

Diberitakan oleh Al Jazeera, seperti suaminya, meski dipekerjakan sebagai tenaga kerja negara,  Ivanka juga akan bekerja tanpa gaji. Jared Kushner sudah lebih dulu diangkat sebagai penasihat Trump, dan ia bekerja tanpa digaji.

"Kami sangat senang Ivanka bersedia mengambil kesempatan ini, sebagai anak pertama dan bentuk dukungan kepada Presiden Trump," demikian disampaikan oleh Gedung Putih dalam pernyataanya.

Sejak ayahnya terpilih menjadi Presiden AS, Ivanka yang baru berusia 35 tahun itu secara reguler selalu datang ke Gedung Putih, di mana di gedung tersebut ia sudah memiliki ruangan sendiri.

Ivanka juga hadir saat ayahnya bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Januari, dan awal bulan ini juga ikut berada dalam satu meja dan berdiskusi dengan Presiden Trump dan Kanselir Jerman Angela Merkel saat pemimpin Jerman iitu berkunjung ke AS.

Keterlibatan Ivanka dalam tugas-tugas resmi Trump mulai menimbulkan kasak-kusuk dan pertanyaan. Mereka mengkhawatirkan terjadinya konflik kepentingan. Tapi Ivanka, yang saat ini mewarisi kerajaan bisnis ayahnya dan menjalankan bisnis fashion mengatakan kekhawatiran itu tidak berdasar.

"Saya menyadari kekhawatiran itu dalam peran personal saya sebagai penasihat presiden, namun meski tak digaji, saya tetap mematuhi etika yang berlaku di Gedung Putih, sebagaimana yang diberlakukan pada karyawan lainnya," ujar Ivanka dalam sebuah pernyataan.

"Sepanjang proses ini saya bekerja sangat serius dan dengan niat baik untuk Gedung Putih dan keinginan pribadi saya untuk pekerjaan yang sebelumnya belum pernah saya lakukan," ujarnya menambahkan.

Baik Kushner mau pun Ivanka, keduanya memang belum berpengalaman kerja di kantor yang terpilih, atau kebijakan publik. Selain memunculkan pertanyaan atas kemungkinan konflik kepentingan, pengaruh pasangan muda Ivanka dan Jared Kushner pada Presiden AS telah memicu perdebatan yang lebih luas, yaitu tidak adanya batas yang jelas antara urusan bisnis keluarga Trump dan kegiatan politik anggota keluarga tersebut. (hd)