Ketua KPU Depok Akui Ada Kesalahan Sistem Sirekap: Tanda X Terbaca Angka 5 atau 8

Ketua KPU Depok Wili Sumarlin
Sumber :
  • VIVA.co.id/Galih Purnama (Depok)

Depok – Viral di sosial media bahwa ada kejanggalan hasil penghitungan perolehan suara pemilihan presiden di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Depok. Antara lain di TPS 013 Kalibaru, Cilodong dan TPS 033, Cimpaeun, Depok.

Di dua TPS tersebut, suara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka melejit di sistim Sirekap. Padahal dalam Form C1, hasilnya berbeda dengan Sirekap. Di TPS 033 Cimpaeun, dari hasil Form C1, pasangan Anies-Muhaimin memperoleh 118 suara. Untuk pasangan Prabowo-Gibran memperoleh 62 suara dan pasangan Ganjar-Mahfud 34 suara.

Hasil tersebut berbeda dalam Sirekap dimana Prabowo-Gibran memperoleh 941 suara. Padahal dua pasangan lainnya sesuai dengan Form C1

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Willi Sumarlin mengatakan, hal itu terjadi karena ada kesalahan pembacaan dalam sistim Sirekap. Menurutnya, tanda silang (X) terbaca sebagai anga 5 atau 8 dalam Sirekap.

“Jadi kan petugas KPPS memfoto C hasil itu. kemudian, mengupload ke sistem sirekap. Nah, berdasarkan pembacaan di sisitem sirekap memang ada sedikit error, dimana X itu terbaca 5 atau 8,” katanya, Kamis, 15 Februari 2024

Dia menjelaskan, untuk hasil penghitungan kurang dari 100, harus ditulis atau diberi tanda silang (X) di depannya. Kemudian inilah yang terbaca sebagai angka 5 atau 8 dalam Sirekap.

“Sehingga apabila ada misalkan dia dapat kurang dari 100 kan harus di silang di kolom depannya pakai X. Nah, itu malah terbaca oleh sistem menjadi angka 5 atau 8,” bebernya.

Namun kesalahan tersebut langsung diperbaiki tim. Menurut Wili, saat ini dalam Sirekap sudah terbaca sesuai dengan Form C1.

“Sudah kami koreksi. Nah ini bisa dilihat proses sehingga nanti akan sesuai antara yang difoto dengan yang diupload,” akunya.

Saat ini KPU Depok sudah menerima hasil penghitungan dari sejumlah TPS di Depok. Sejauh ini sudah 10 persen data yang masuk. “Sudah (masuk) tapi masih 10 persen data yang masuk dari seluruh TPS,” pungkasnya.