Napi Pemerkosa Kabur, Rutan Salemba Akui Kecolongan

Polisi serahkan Anwar, tahanan yang kabur dari Rutan Salemba, ke Kemenkumham, Jumat, 15 Juli 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Irwandi Arsyad

VIVA.co.id – Pihak Rumah Tahanan (Rutan) Salemba mengakui kecolongan terkait peristiwa kaburnya Anwar alias Rizal, terpidana kasus pembunuhan dan pencabulan dari Rutan Salemba, Kamis, 7 Juli 2016.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi DKI Jakarta, Endang Sudirman saat memberikan keterangan pers di depan Gedung Sub Direktorat Reserse Mobile (Subdit Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 15 Juli 2016.

"Memang benar apa yang dikatakan Pak Dir tadi, yang bersangkutan adalah meloloskan diri dari dalam rutan dengan cara menyamar sebagai seorang perempuan. Dan juga tadi sudah disampaikan bahwa ada sedikit perbedaan perlakuan pemeriksaan, baik pada saat pengunjung masuk ke dalam maupun pada saat pengunjung keluar," kata Endang Sudirman.

Endang menerangkan, salah satu fokus pemeriksaan petugas rutan ialah terhadap pengunjung laki-laki, lantaran semua warga binaan itu laki-laki. Dia mengakui ada sedikit perbedaan pemberlakuan terhadap pengunjung perempuan. Namun, kata dia, hal itu dimanfaatkan oleh Anwar untuk melarikan diri.

"Sehingga tidak terpantau oleh kita pada saat keluar melalui pintu yang memang bukan pintu resmi," ujarnya.

Dia mengklaim, sejauh penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan saat ini, belum ditemukan adanya keterlibatan petugas dalam pelarian Anwar dari Rutan Salemba.

"Bahwa sampai saat ini, Pak Dir menyatakan bahwa belum ada keterlibatan petugas, walaupun ada pernyataan seperti itu tetap akan kami dalami dan akan kami lakukan kerja sama. Dan sampai saat ini pun dengan pemeriksaan kami khususnya kepada petugas, belum ada keterlibatan langsung mengenai lolosnya saudara Anwar ini," tuturnya.

Untuk mengantisipasi kejadian yang baru pertama kalinya terjadi itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih detail lagi terhadap setiap pengunjung yang datang maupun pergi dari rutan.

"Sehingga kami pun pada saat nanti diserahkan kepada Kemenkumham, khususnya pada saat penempatan akan kami lakukan evaluasi dan juga melakukan apa yang direkomendasikan Pak Dir. Akan kami lakukan sesuai dengan apa yang diharapkan dalam rangka melaksanakan pengamanan di lapas dan rutan," ujarnya. (ase)