Dua Tahun Kematian Akseyna, Keluarga Datangi Kamar Indekos

Polisi olah TKP kamar indekos kasus Akseyna
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA.co.id – Kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori hingga kini masih menyisakan misteri. Pihak keluarga pun menilai polisi terlalu lambat mengungkap kasus ini.

"Hari ini maupun bulan kemarin belum ada perkembangan apapun, kok agak lambat ya?" kata ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto saat dihubungi VIVA.co.id, Sabtu, 25 Maret 2017.
 
Lebih lanjut Mardoto mengatakan, pihaknya juga sudah menghubungi Kapolresta Depok Komisaris Besar Herry Heryawan untuk menanyakan dua hal terkait kasus tersebut.

"Yang pertama saya tanyakan perkembangannya, kemudian yang kedua saya minta izin untuk mengambil barang-barang anak saya di kosannya. Ini sekarang perwakilan keluarga lagi ke sana," ujar Mardoto.
 
Untuk diketahui,  jasad Akseyna ditemukan tewas dengan posisi mengambang di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015, lalu. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menemukan banyak kejanggalan atas kematian mahasiswa yang dikenal cerdas tersebut.

Kecurigaan itu ialah ditemukannya tumpukan batu di dalam tas korban dan surat wasiat yang dipercaya ditulis oleh dua karakter berbeda. Atas sejumlah kecurigaan itu, polisi pun meyakini jika Akseyna tewas karena dibunuh. Namun hingga dua tahun kasus itu bergulir, polisi sampai saat ini belum juga menemukan titik terang. Kasusnya ditangani Polda metro Jaya.