NU Ingatkan Kerusuhan Berdarah di Sampit gara-gara Hoax

Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta pada Jumat, 14 Oktober 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA – Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj, mengapresiasi langkah sigap polisi yang segera menangkap para penyebar kabar bohong atau hoax dan provokatif yang tergabung dalam The Family Muslim Cyber Army atau MCA.

Dia memperingatkan bahaya besar mengancam keutuhan bangsa Indonesia gara-gara hoax. Dia mencontohkan kerusuhan berdarah di Sambas, Kalimantan Barat, dan Sampit, Kalimantan Tengah pada 1999 dan 2001. Begitu juga konflik di Ambon, Maluku, pada 2011.

“Yang sedih perpecahan terjadi di Ambon, Sambas, Sampit, kerusuhan di mana-mana; atau mau kita ulang terus. Kemudian di Timur Tengah berakhir tidak jelas. Itu berawal dari hoax atau di medsos," kata Said di Jakarta pada Jumat, 9 Maret 2018.

Dia mengaku heran ada sekelompok orang memproduksi fitnah atau hoax mengatasnamakan Islam atau muslim. Padahal, Alquran sudah jelas melarang umatnya memfitnah atau bahkan sekadar berprasangka buruk.

“Menggunjing kejelekan orang lain, menyebarkan kebohongan, itu adalah larangan sangat prinsip dari Alquran," katanya.

Said mengutip surat Al-Qalam ayat 10-13 yang memuat larangan itu. Kemudian dia juga menyebut masih banyak larangan serupa di dalam Alquran.

"Dan janganlah kamu patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela ke sana kemari menyebar fitnah, yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya," kata Said menyebut ayat pada surat Al-Qalam.