Wacana Penutupan Taman Nasional Komodo: Apa Sebab dan Dampaknya?

- BBC
Sumber :
  • bbc

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, berencana membatasi jumlah wisatawan yang datang ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Komodo untuk mencegah dampak pariwisata massal. Namun, kebijakan itu diyakini akan merugikan sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat.

Matahari bersinar terik saat puluhan turis asing melangkah hati-hati meninggalkan sekoci mereka dan naik tangga kecil ke dermaga TNK Loh Liang, Pulau Komodo.

Mereka adalah wisatawan yang menyusuri Pulau Komodo dan daerah sekitarnya dengan kapal pesiar yang berkapasitas ratusan orang.


Wisatawan asing penumpang kapal pesiar berjalan menuju Taman Nasional Komodo. - BBC

Beberapa orang, yang telah lanjut usia, berjalan tergopoh-gopoh menuju ke pelataran TNK, tempat mereka akan berjumpa dengan binatang purba komodo.

Di pelataran taman, turis-turis yang terbagi dalam beberapa kelompok itu, berkumpul, siap menjelajahi hutan untuk bertemu dengan komodo bersama pemandu mereka.

Setelah berjalan kurang lebih 10 menit, mereka terperangah saat melihat lima komodo berjemur di bawah pepohonan.

Dengan sigap, mereka mengabadikan momen itu dengan ponsel.

Wisatawan asal Turki, Nermin Ataman, mengatakan apa yang dia saksikan melebihi ekspektasinya.


Menurut Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, TNK Loh Liang yang berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, belum dikelola dengan baik. - BBC

"Komodo-komodo ini sangat cantik, walau juga menakutkan. Tapi di sini aman kan ya?" ujar Nermin.

Seorang wisatawan asal Bali, Kadek Budiarta, mengatakan hal serupa. Ia menyebut apa yang dilihatnya seperti dalam film Jurrasic Park.

"(Yang) namanya komodo itu satu-satunya di dunia (berada di sini)," ujarnya.

Ini bisa jadi tahun terakhir di mana turis dapat melihat komodo jikalau rencana pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menutup TNK, yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, selama setahun terlaksana.

Visi menjadikan wisata eksklusif

Menurut Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, TNK Loh Liang yang berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, belum dikelola dengan baik.

Kawasan TNK terdiri dari lima pulau besar dengan populasi komodo terbanyak berada di TNK Loh Liang yang terletak di Pulau Komodo serta TNK Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca.


- BBC

Sekarang ini, kata Viktor, jumlah komodo, mangsa, dan titik keberadaan mereka, tidak diketahui secara pasti.

Ia pun menduga jumlah makanan komodo semakin sedikit karena adanya perburuan ilegal.


Kapal Pesiar yang mengantar ratusan wisatawan internasional menuju Taman Nasional Komodo. - BBC

Selama masa penutupan, tambahnya, pemerintah daerah akan melakukan pendataan komodo juga mangsanya dengan pendekatan teknologi.

Selain itu, kunjungan turis juga akan diatur untuk membuat habitat nyaman bagi komodo karena, menurut Viktor, jumlah turis yang datang terlalu banyak.

Menurut data Balai Taman Nasional Komodo, jumlah wisatawan Taman Nasional terus meningkat setiap tahun, dan mencapai sekitar 176.000 orang di tahun 2018, dengan mayoritas turis mancanegara.


- BBC

Ditambahkan Viktor, TNK digemari turis asing karena ongkos yang terlalu murah, yakni berkisar Rp150.000 hingga Rp225.000.

Untuk situasi TNK yang lebih kondusif, Viktor berencana menaikkan harga tiket kepada wisatawan yang jumlahnya tidak melampaui 50.000 orang per tahun.

"Harganya didiskusikan lagi, belum (pasti). Tapi saya menawarkan US$1.000 (Rp14,2 juta) per tahun dan itu dikeluarkan dalam membership card ," ujarnya.


- BBC

Apa dia memiliki kewenangan untuk melakukan itu?

"Dulu pertama kali ide ini disampaikan memang banyak menolak. Tapi sekarang dari bapak presiden setuju, bapak wakil presiden setuju, menteri setuju," klaim Viktor.

Ia menyebut pemerintah daerah telah membuat tim bersama dengan pemerintah pusat untuk mendiskusikan wacana itu.

Kementerian mempertanyakan wacana penutupan

Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, mempertanyakan rencana penutupan itu.

"Kewenangan penutupan ada di Kementerian LHK bukan Gubernur NTT," ujarnya.

Membantah klaim Viktor, Wiratno mengatakan instruksi presiden bukanlah untuk menutup TNK tapi merevitalisasi pengelolaannya.


- BBC

"Intinya revitalisasi, bukan untuk membuka atau menutup. Termasuk juga menilai hubungan populasi komodo dengan pakannya, masyarakat di sekitarnya, tur operatornya..." kata Wiratno.

Wiratno mengatakan sepakat untuk menaikkan harga tiket masuk ke TNK dalam rangka pembatasan turis, tapi nilai itu harus berdasar.

Ia menyebut studi terkait kesediaan wisatawan untuk membayar adalah sebesar US$300 (Rp4,2 juta) termasuk untuk makan dan akomodasi.


Demi mempertahankan karakter dan habitat komodo yang asli, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, berencana untuk menutup Taman Nasional Komodo (TNK) selama satu tahun. - BBC

Wiratno menambahkan tim kementerian dan pemerintah provinsi NTT akan melakukan kajian bersama terkait hal ini pada bulan Juli.

Kajian, ujarnya, diharapkan akan tuntas pada pertengahan Juli.

Cocok menjadi Bali baru?

Sebelumya, Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengembangkan 10 destinasi "Bali Baru" di Indonesia, yang mencakup Labuan Bajo, yang letaknya sekitar tiga jam perjalanan dengan kapal dari Pulau Komodo.

TNK adalah daya tarik utama Labuan Bajo, bahkan NTT, sebagaimana diakui Viktor.

Kini, kawasan Labuan Bajo tengah berkembang pesat dengan pembangunan marina dan pusat komersial.

Sebuah bandara pun telah beroperasi di sana.


Pulau Padar, salah satu destinasi pariwisata di Taman Nasional Komodo. - BBC

Hotel bintang lima, gerai kopi Starbucks, hingga sejumlah toko perbelanjaan telah timbul di daerah tersebut.

Tissa Septiani Indra, pengelola bisnis kapal wisatawan di Labuan Bajo, menyaksikan bagaimana kota itu tumbuh pesat beberapa tahun belakangan ini.

"Tahun lalu, hampir tidak apa-apa, sekarang bisa dilihat pembangunannya sangat cepat," kata Tissa.

Dia menambahkan melesatnya sektor pariwisata di Labuan Bajo juga berdampak pada penurunan harga bensin serta bahan-bahan pokok di sana.


Pariwisata adalah tulang punggung perekonomian warga Kampung Komodo. - BBC

Meski begitu, menurut Dirjen KSDAE Wiratno, Labuan Bajo tidak perlu menjadi seperti Bali, apalagi Kuta dengan pariwisatanya yang massal.

"Karena kawasan konservasi mempunyai limit dan orang tidak akan suka lagi dengan kawasan konservasi yang dikunjungi banyak orang," ujarnya.

Ia menambahkan menginginkan kawasan konservasi seperti Galapagos di Amerika Latin, di mana penjagaan terhadap wisatawan dilakukan dengan sangat ketat,

Apa dampak wacana penutupan TNK pada sektor pariwisata?

Menurut Viktor, penutupan TNK tidak akan menjadi soal karena banyak tempat lain di kawasan TNK yang bagus untuk dikunjungi, seperti Pulau Padar, Pulau Rinca, juga Pink Beach.

Sementara, Dirjen KSDAE, Wiratno, yakin penutupan Taman Nasional akan menampar sektor bisnis, apalagi apa bila tidak ada kepastian soal nasib Taman Nasional.

Ia mengundang Gubernur NTT untuk duduk bersama mendiskusikan hal ini.

"Ide gubernur dengan semua inovasinya yang sangat progresif itu harus dibicarakan baik-baik dengan pihak-pihak di Jakarta. Saya kira itu solusi yang paling rasional," ujarnya.

Di sisi lain, sebagai pelaku bisnis, Tissa Septiani Indra, mengatakan pelaku usaha tidak masalah dengan alasan konservasi yang digunakan pemerintah lokal. Namun, katanya, semua keputusan harus berdasarkan studi.


Tempat wisata Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo. - BBC

Tisa menambahkan masyarakat perlu diberi informasi tentang destinasi-destinasi lain di TNK.

Selain itu, ujarnya, perlu diperhatikan pula pendapatan masyarakat lokal yang akan terdampak dengan rencana penutupan itu.

"Mereka kerja di kapal, mereka kerja di hotel, mereka kerja di liveaboard , atau diving center . Jadi kalau tamu berkurang ya otomatis akan berpengaruh pada pendapatan mereka," kata Tissa.


Warga Kampung Komodo menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. - BBC

Seorang instruktur menyelam asal Desa Komodo, Abdul Gafur Kasim, meminta pemerintah untuk tidak menutup Taman Nasional karena hal itu akan merugikan warga yang bergantung dari sektor pariwisata.

"Ya carilah solusi lain untuk jangan sampai ditutup...Kalau ini sampai ditutup turis tidak akan datang di sini. Masyarakat Komodo mau makan apa?" katanya.

Sementara, sejumlah turis mengatakan sepakat dengan penutupan Taman Nasional untuk alasan konservasi.

Salah satunya, seorang turis asal Indonesia, Kadek Budiarta.

"Kalau untuk konservasi setuju ya, kalau untuk meningkatkan Komodo itu supaya banyak," ujarnya.


Sektor pariwisata di Labuan Bajo berkembang pesat karena daya tarik Taman Nasional Komodo. - BBC

Ia menyebut jika Taman Nasional dapat dikelola dengan lebih baik, hal itu justru akan meningkatkan pariwisata di masa mendatang.

Wisatawan lain, David Newton, mengatakan hal senada.

"Lebih baik mereka melakukan upaya seperti itu untuk melestarikan komodo dan meningkatkan populasinya. Dunia akan sangat kehilangan jika kita kehilangan satwa seperti ini," ujarnya.