Ada Corona, Pemprov Jatim Siapkan 44 Rumah Sakit dan Call Center

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • VIVAnews/Nur Faishal

VIVAnews - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan membuat layanan call center cangkrukan kesehatan (Cacak Jatim) untuk layanan kesehatan termasuk untuk konsultasi terkait coronavirus (Covid-19). Tak hanya itu, pemprov juga menyiapkan 44 rumah sakit rujukan jika sewaktu-waktu ditemukan adanya warga yang dicurigai terkena corona.

Call center Cacak Jatim bisa diakses melalui dua nomor yaitu 031-8430313 untuk layanan di hari aktif dan jam kerja, dan di nomor 081334367800 yang aktif di hari libur selama 24 jam.

"Ini adalah layanan yang kita buka agar masyarakat bisa terang dan tenang jika mendapatkan informasi (terkait corona)," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Rabu, 4 Maret 2020.

Secara teknis, ketika masyarakat menghubungi layanan call center tersebut, operator akan menjawab dan memberikan layanan informasi. Khususnya dalam hal managemen layanan rumah sakit yang bisa dijadikan masyarakat sebagai rujukan saat mengetahui ada tanda-tanda yang menyerupai gejala virus corona.

"Kita berjejaring dengan 44 rumah sakit yang kami tetapkan sebagai rumah sakit rujukan pertama dan kita siapkan untuk menerima warga Jatim jika mengalami gejala terindikasi coronavirus," ujar Khofifah.

Ke-44 rumah sakit rujukan itu tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Rumah sakit rujukan pertama coronavirus ini adalah rumah sakit yang sudah memenuhi empat kriteria, yaitu rumah sakit tipe B, memiliki ruang isolasi, memiliki dokter sesialis paru-paru, dan memiliki dokter radiologi.

"Jika mengarah ke Covid-19, maka pasien akan diarahkan untuk dirujuk ke 3 rumah sakit rujukan utama kita yaitu RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUD Dr Soedono Madiun, dan RSUD Saiful Anwar Malang. Mana yang terdekat dari pasien, ke rumah sakit itu pasien akan dirujuk," kata Khofifah.

Ia kembali meminta warga Jatim agar tenang dalam merespons isu corona.

"Saya mohon masyarakat Jawa Timur tetap tenang. Kami melakukan koordinasi yang sangat komprehensif vertikal dan horisontal. Jangan panik termasuk melakukan aksi borong atau 'panic buying'. Semoga semua warga Jatim sehat," katanya.